Nasi Dingin Bisa Bikin Gula Darah Lebih Stabil

  • 16 Sep 2026 16:21 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Nasi hangat yang baru matang memang lebih menggugah selera. Namun, pernahkah mendengar anggapan bahwa nasi yang sudah dingin justru bisa membuat kenaikan gula darah setelah makan lebih terkendali?

Ternyata, anggapan tersebut memiliki dasar penelitian, meski bukan berarti nasi dingin otomatis lebih sehat.

Dikutip dari penelitian yang terindeks PubMed, nasi yang telah dimasak lalu didinginkan mengalami perubahan pada struktur patinya. Proses ini dapat meningkatkan pembentukan resistant starch, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna dan diserap di usus halus.

Perubahan tersebut menarik perhatian peneliti karena resistant starch dapat memengaruhi respons gula darah setelah makan. Dalam sebuah penelitian pada 32 orang dengan diabetes tipe 1, nasi yang didinginkan selama 24 jam kemudian dipanaskan kembali menghasilkan kenaikan gula darah setelah makan yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru matang.

Namun, bukan berarti semakin dingin nasi maka semakin baik pula untuk gula darah. Penelitian mengenai resistant starch secara keseluruhan masih menunjukkan hasil yang beragam. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 19 uji klinis menemukan adanya efek moderat resistant starch terhadap pengendalian gula darah, tetapi beberapa parameter lainnya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Artinya, nasi dingin mungkin memiliki karakteristik yang berbeda dari nasi yang baru matang, tetapi bukan solusi tunggal untuk menjaga gula darah. Jenis beras, jumlah nasi yang dikonsumsi, cara pengolahan, serta makanan yang disantap bersamanya juga dapat memengaruhi respons gula darah.

Ada satu hal lain yang tidak kalah penting: nasi matang tetap perlu disimpan dengan aman. Mendinginkan nasi bukan berarti membiarkannya begitu saja dalam waktu lama pada suhu ruang.

Jadi, apakah nasi dingin bisa membuat gula darah lebih stabil?

Ada kemungkinan, terutama karena proses pendinginan dapat meningkatkan resistant starch. Namun, efeknya tidak berarti nasi dingin otomatis lebih sehat atau dapat menggantikan pengaturan pola makan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, yang lebih penting bukan sekadar memilih nasi hangat atau nasi dingin, tetapi memperhatikan porsi, jenis makanan pendamping, keseimbangan gizi, dan pola makan secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....