Social Loafing: Mengapa Performa Menurun saat Bekerja dalam Tim
- 28 Agt 2026 21:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Seseorang yang biasanya cekatan dan rajin saat bekerja sendiri bisa saja berubah menjadi malas ketika bekerja dalam kelompok. Kecenderungan perubahan sikap ini dikenal dalam psikologi sosial sebagai Social Loafing.
Social Loafing adalah kecenderungan individu untuk mengerahkan upaya yang lebih sedikit ketika mereka menjadi bagian dari sebuah kelompok. Karena semua anggota kelompok menggabungkan upaya mereka untuk mencapai tujuan bersama, setiap anggota memberikan kontribusi yang lebih sedikit daripada jika mereka bertanggung jawab secara individual.
Fenomena ini pertama kali diteliti oleh seorang insinyur pertanian asal Prancis bernama Max Ringelmann pada tahun 1913. Dalam eksperimennya (Ringelmann Effect), ia meminta orang-orang menarik tali baik secara individu maupun kelompok (tarik tambang). Hasilnya mengejutkan: semakin banyak orang yang menarik tali bersama-sama, semakin kecil gaya/tenaga individual yang dikeluarkan oleh tiap orang.
Very Well Mind menjelaskan ada beberapa kemungkinan social loafing ini dapat terjadi antara lain:
| Baca juga: Cara Menghemat Baterai Android |
- Kurangnya motivasi : Orang yang kurang termotivasi oleh suatu tugas lebih cenderung melakukan kemalasan sosial ketika mereka menjadi bagian dari suatu kelompok.
- Penyebaran tanggung jawab : Orang lebih cenderung melakukan social loafing jika merasa kurang bertanggung jawab secara pribadi atas suatu tugas dan tahu bahwa upaya mereka memiliki sedikit dampak pada hasil keseluruhan.
- Ukuran kelompok : Dalam kelompok kecil, orang cenderung merasa bahwa upaya mereka lebih penting dan oleh karena itu akan berkontribusi lebih banyak. Namun, semakin besar kelompoknya, semakin sedikit upaya individu yang akan dilakukan orang.
- Ekspektasi : Jika diharapkan orang lain dalam kelompok akan bermalas-malasan, seseorang mungkin akan melakukan hal yang sama karena mereka tidak ingin terjebak melakukan semua pekerjaan sendirian.
Social loafing cukup berdampak dalam penurunan dan efisiensi kerja dikarenakan hasil akhir pekerjaan kelompok menjadi kurang maksimal karena beban hanya ditumpuk pada beberapa orang. Anggota tim yang bertanggung jawab sering kali mengalami frustasi dan kelelahan karena harus mengcover pekerjaan anggota yang malas. Jika dibiarkan, pemalas akan mengikis moral dan motivasi anggota tim lainnya yang tadinya bekerja dengan semangat tinggi.
Oleh karena itu, diperlukan langkah untuk mengurangi dampak social loafing ini. Hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Bagi Tugas dan Akuntabilitas secara Jelas: Pastikan setiap orang memiliki bagian pekerjaan yang spesifik dengan output atau target yang dapat diukur secara individual.
- Batasi Jumlah Anggota Tim (Keep it Small): Gunakan prinsip tim kecil (seperti aturan Two-Pizza Team dari Jeff Bezos), di mana jumlah anggota kelompok sebaiknya tidak terlalu besar agar komunikasi dan keterlibatan tetap optimal.
- Beri Penilaian/Umpan Balik Individu (Peer Evaluation): Terapkan sistem evaluasi antar-rekan (peer review) di akhir proyek agar setiap orang sadar bahwa kinerja mereka diperhatikan oleh anggota lain.
- Bangun Rasa Memiliki (Sense of Ownership): Jelaskan mengapa kontribusi tiap individu sangat krusial bagi keberhasilan seluruh tim, sehingga mereka merasa dihargai dan dibutuhkan.
Bekerja dalam tim seharusnya melipatgandakan hasil, bukan membagi rata usaha hingga minimal. Dengan menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang jelas, Social Loafing dapat ditekan sehingga setiap anggota bisa memberikan potensi terbaiknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....