Mengenal Lebah "Pengurus Jenazah", Pekerja Khusus yang Menjaga Sarang Tetap Sehat

  • 22 Jul 2026 19:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kehidupan koloni lebah madu ternyata memiliki sistem pembagian tugas yang sangat teratur. Selain ada lebah pencari nektar dan lebah perawat, terdapat pula kelompok lebah pekerja yang memiliki tugas unik, yakni menjadi "pengurus jenazah" atau undertaker bees.

Dikutip dari laman entomologically.com tugas utama lebah ini adalah mengeluarkan bangkai lebah dewasa dari dalam sarang agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit. Perilaku tersebut merupakan bagian dari mekanisme pertahanan alami koloni yang dikenal sebagai sistem kekebalan sosial (social immunity).

Lebah pengurus jenazah umumnya berasal dari kelompok lebah pekerja berusia paruh baya. Mereka tidak sembarangan memindahkan bangkai. Sebelum mengangkutnya keluar, lebah akan menyentuh dan mengelilingi tubuh lebah yang mati beberapa kali untuk memastikan bahwa individu tersebut benar-benar telah mati.

Setelah memastikan kondisi tersebut, lebah akan menggigit tubuh bangkai menggunakan rahangnya, kemudian menerbangkannya jauh dari sarang. Penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil lebah pekerja yang mampu melakukan tugas ini, sedangkan lebah lain hanya memeriksa bangkai atau bahkan mengabaikannya.

Para peneliti menemukan bahwa lebah mati biasanya dapat dikeluarkan dari sarang dalam waktu kurang dari satu jam setelah ditemukan. Sebaliknya, benda asing seperti serpihan kayu atau material tumbuhan dapat tetap berada di dalam sarang lebih lama karena tidak memicu respons yang sama.

Lebah tidak mengandalkan penglihatan untuk membedakan lebah yang mati dengan lebah yang hanya diam. Mereka menggunakan sinyal kimia atau feromon sebagai penanda.

Pada lebah dewasa yang mati, suhu tubuh yang menurun menyebabkan berkurangnya emisi hidrokarbon kutikula. Perubahan inilah yang menjadi isyarat bahwa seekor lebah telah mati sehingga harus segera dipindahkan keluar dari koloni.

Sementara itu, pada larva atau pupa, lebah menggunakan kombinasi senyawa β-ocimene dan asam oleat. Kedua senyawa tersebut menjadi penanda bahwa larva telah mati sehingga sel tempat larva berada harus dibuka dan isinya dibuang demi mencegah penyebaran penyakit.

Dalam satu koloni, lebah mengalami perubahan pekerjaan seiring bertambahnya usia. Lebah muda biasanya bertugas membersihkan sel sarang, kemudian menjadi lebah perawat yang merawat larva.

Memasuki usia paruh baya, sebagian lebah berkembang menjadi spesialis yang menjalankan berbagai tugas penting, termasuk sebagai pengurus jenazah. Penelitian menunjukkan terdapat sekitar 15 jenis pekerjaan berbeda yang dilakukan lebah pekerja sepanjang hidupnya.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa lebah yang terinfeksi penyakit atau parasit sering kali meninggalkan sarangnya secara sukarela. Perilaku ini dipercaya sebagai bentuk pengorbanan untuk mengurangi risiko penularan kepada anggota koloni lainnya.

Namun, strategi tersebut dapat menjadi masalah apabila terlalu banyak lebah yang terinfeksi, misalnya akibat paparan pestisida. Dalam kondisi demikian, banyak lebah dewasa meninggalkan sarang secara bersamaan sehingga koloni berisiko mengalami keruntuhan.

Selain itu, banyaknya bangkai lebah yang menumpuk di depan pintu masuk sarang juga dapat menjadi salah satu tanda adanya keracunan pestisida yang menyerang koloni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....