Pelajar Riau Didorong Miliki Rekening
- 20 Agt 2026 16:03 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong kepemilikan rekening di kalangan pelajar terus diperluas sebagai bagian dari upaya membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak usia sekolah.
Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, perbankan dan dunia pendidikan. Sinergi itu mengemuka dalam Puncak Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Ballroom Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis 20 Agustus 2026.
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan mengatakan, program satu rekening satu pelajar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat memperluas akses layanan keuangan secara optimal tanpa dukungan lembaga keuangan dan sektor pendidikan.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam mempercepat akses keuangan masyarakat. Kita membutuhkan energi bersama antara OJK, Bank Indonesia, perbankan, dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Ia meminta seluruh perbankan, baik bank pemerintah, bank daerah maupun swasta, ikut mengambil peran dalam memperluas kepemilikan rekening pelajar. Kolaborasi tersebut dinilai lebih penting dibandingkan persaingan antarbank dalam menjalankan program inklusi keuangan.
“Silakan seluruh perbankan mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama memastikan pelajar yang belum memiliki rekening dapat segera terlayani,” katanya.
M Job juga mendorong sekolah, dinas pendidikan, yayasan dan perbankan memperkuat koordinasi. Pemetaan terhadap pelajar yang belum memiliki rekening dinilai penting agar program pembukaan rekening dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Menurutnya, rekening yang dimiliki sejak usia sekolah bukan hanya memberikan akses terhadap layanan keuangan. Lebih dari itu, kebiasaan menabung dapat ditanamkan sejak dini sehingga pelajar terbiasa mengelola uang secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Plt Kepala OJK Provinsi Riau Mohammad Fredly Nasution mengatakan, keterlibatan pemerintah daerah dan industri perbankan menjadi faktor penting dalam memperkuat inklusi keuangan. Edukasi dan akses layanan keuangan harus berjalan beriringan agar masyarakat tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara sehat.
“Kami terus mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri perbankan, guru dan orang tua. Kolaborasi tersebut diperlukan agar edukasi dan akses keuangan dapat berjalan secara bersamaan,” ujarnya.
OJK juga mendorong sekolah menjadi salah satu pusat edukasi keuangan bagi pelajar. Dengan pendekatan tersebut, budaya menabung diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap budaya menabung dapat tumbuh di lingkungan sekolah dan keluarga. Semakin sering pelajar mendapatkan edukasi, semakin kuat pula pemahaman mereka dalam mengelola keuangan secara sehat,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....