RATAKAN MTSN 2 Tembilahan Perkuat Pelajar Tangkal IRET NVE

  • 04 Agt 2026 21:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Indragiri Hilir – Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror (AT) Polri bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir menghadirkan Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) di MTSN 2 Tembilahan, Selasa 4 Agustus 2026.

Kegiatan bertema "Sekolah Damai Tanpa Paham IRET dan NVE" itu diikuti sekitar 1.150 siswa dan 30 orang majelis guru. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), dan Nihilistic Violent Extremism (NVE).

Dalam pemaparannya, personel Unit Cegah Satgaswil Riau menjelaskan perkembangan teknologi informasi selain membawa manfaat, juga dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta paham radikal melalui media sosial, game online, dan berbagai platform digital lainnya.

Para siswa diajak meningkatkan literasi digital, berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Abidin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri dalam memberikan edukasi kepada pelajar.

"Kementerian Agama sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap para siswa mampu memahami pentingnya sikap toleransi, saling menghormati perbedaan, serta menjauhi segala bentuk paham yang mengarah pada kekerasan dan bertentangan dengan ajaran agama maupun nilai-nilai kebangsaan," ujar Zainal Abidin.

Sementara perwakilan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri menegaskan Program RATAKAN merupakan langkah preventif yang mengedepankan edukasi dan sinergi lintas sektor untuk membangun ketahanan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Pencegahan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Program RATAKAN, kami mengajak seluruh elemen, mulai dari sekolah, keluarga, tokoh agama, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas, toleran, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu menolak setiap bentuk penyebaran paham IRET dan NVE," jelas perwakilan Satgaswil Riau.

Kepala MTSN 2 Tembilahan Sri Mulyati turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pelajar di era digital dan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, moderat, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, dan MTSN 2 Tembilahan diharapkan terus berlanjut dalam mendukung Program RATAKAN serta memperkuat ketahanan generasi muda dari pengaruh paham IRET dan NVE demi terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....