Belajar tanpa Batas Melalui Pendidikan Non Formal

  • 10 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas atau bangku sekolah. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan melalui pendidikan non formal.

Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Program Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru, Senin 10 Agustus 2026, bersama Silvia Yolanda, Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Non Formal Universitas Negeri Padang.

Silvia menjelaskan, secara sederhana pendidikan non formal merupakan proses pendidikan yang berlangsung di luar sekolah, tetapi tetap memiliki sistem yang terorganisasi dan terstruktur.

“Kalau menurut Via nih, singkatnya, pendidikan non formal itu adalah pendidikan yang berlangsung di luar sekolah, tapi tetap terorganisasi dan terstruktur juga,” ujarnya.

Salah satu keunggulan pendidikan non formal adalah waktu pembelajarannya yang lebih fleksibel. Masyarakat dapat memilih berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan minat, seperti mengikuti pelatihan, kursus, maupun kegiatan pengembangan keterampilan lainnya.

Pendidikan non formal juga tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai atau hasil akademik. Menurut Silvia, proses pembelajaran tersebut turut berperan dalam membentuk karakter seseorang.

“Pendidikan non formal juga bukan berpacu pada nilai, pendidikan non formal itu juga mengubah karakter seseorang,” tambah Via.

Silvia menegaskan, pendidikan non formal tidak kalah penting dibandingkan pendidikan formal yang diperoleh di sekolah. Menurutnya, yang paling tepat adalah menyeimbangkan keduanya agar seseorang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan non formal juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan formal. Salah satunya adalah anak-anak yang putus sekolah.

“Orang yang sangat terbantu dengan pendidikan non formal itu tentunya anak-anak putus sekolah, kemudian untuk masyarakat yang usianya produktif untuk bekerja, tetapi belum bisa mengembangkan keterampilannya,” ujar Via.

Anak-anak yang putus sekolah sering kali menghadapi tantangan ketika mencari pekerjaan karena keterbatasan pendidikan maupun keterampilan. Melalui pendidikan non formal, mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, mengenali potensi diri, serta mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi keterampilan produktif.

Keterampilan tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Begitu pula dengan masyarakat usia produktif yang belum memiliki keterampilan tertentu. Melalui kursus dan pelatihan, mereka dapat mengasah kemampuan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pekerjaan atau sumber penghasilan tambahan.

Lebih dari sekadar memperoleh keterampilan, pendidikan non formal juga dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk belajar dari pengalaman. Sebab, proses pendidikan sejatinya tidak hanya terjadi di sekolah atau lembaga pendidikan.

Silvia pun mengingatkan masyarakat agar tidak memandang pendidikan non formal sebelah mata dan menganggapnya hanya sebagai pelengkap pendidikan formal.

“Mungkin ada sebagian masyarakat yang memandang sebelah mata dan menganggap pendidikan non formal sebagai pelengkap, hal itu kurang tepat. Dimanapun tempat kita belajar, dimanapun pengalaman yang kita dapatkan, kita belajar dari pengalaman, itu termasuk pendidikan non formal,” pesannya.

Pada akhirnya, pendidikan dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja. Sekolah memang menjadi salah satu tempat penting untuk memperoleh pendidikan, tetapi kesempatan untuk belajar tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku sekolah.

Melalui pendidikan non formal, masyarakat memiliki kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, membentuk karakter, hingga membuka peluang ekonomi. Belajar pun menjadi sebuah proses tanpa batas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....