DPRD Riau Desak Sekolah di Wilayah Terdampak Asap Segera Liburkan Siswa

  • 27 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.COID, Pekanbaru - Lembaga legislatif tingkat Provinsi Riau mengeluarkan seruan agar institusi pendidikan setingkat SMA serta SMK yang berada di zona paparan kabut asap untuk menghentikan sementara aktivitas tatap muka. Seruan ini dikeluarkan menyusul kian parahnya insiden kebakaran hutan dan lahan yang memicu penurunan drastis tingkat kebersihan udara di berbagai kawasan.

Ketua Komisi I DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, menyatakan pihaknya bersama jajaran pimpinan dewan telah meneruskan peringatan tersebut kepada instansi pendidikan, utamanya yang berlokasi pada titik dengan tingkat pencemaran paling berat.

“Hari ini tercatat ada sejumlah pelajar kita dari SMA Plus yang terpaksa dilarikan ke fasilitas medis akibat mengalami indikasi gangguan pernapasan. Atas dasar itulah kami mendesak agar sekolah dihentikan sementara,” ungkap Indra Gunawan Eet, Kamis 27 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seruan ini tidak bersifat instruksi mutlak bagi seluruh institusi, mengingat pengelolaan ranah pendidikan menengah atas dan kejuruan secara administratif merupakan wewenang pemprov setempat. Kendati demikian, pihak dewan meminta lembaga pengajar serta instansi terkait agar memprioritaskan faktor keselamatan serta kesejahteraan fisik para pelajar.

“Kami posisinya tidak sedang memberikan perintah, melainkan menyampaikan imbauan kepada pengelola sekolah, khususnya yang wilayahnya terkepung kabut asap, agar menimbang opsi meliburkan peserta didik,” jelasnya.

Indra memaparkan bahwa beberapa daerah di Riau mengalami imbas yang cukup parah akibat bencana kebakaran lahan. Bahkan, kepulan asap pekat tersebut terpantau menjalar hingga menjangkau kawasan lain di Pulau Sumatera serta negara tetangga.

Beberapa wilayah yang dimaksud meliputi Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, serta beberapa daerah penyangga lainnya yang ikut merasakan pekatnya polusi udara.

Pihaknya menaruh harapan besar supaya pemerintah daerah bersama pihak sekolah senantiasa mengawasi fluktuasi kualitas udara secara berkala serta mengambil tindakan cepat tatkala situasi semakin mengkhawatirkan.

“Hal yang paling esensial adalah kesehatan anak-anak kita. Apabila parameter udara sudah tidak layak untuk aktivitas belajar, mohon jangan dipaksakan. Kami menginstruksikan institusi pendidikan di zona terdampak untuk menomorbankan keselamatan siswa,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....