Sekolah Terdampak Serangan Monyet Liar Terapkan Belajar Daring

  • 06 Agt 2026 12:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kecamatan Tembilahan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menetapkan pembelajaran secara daring bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak serangan monyet liar selama tiga hari. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan hingga situasi kembali kondusif.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu 5 Agustus 2026. Rapat dihadiri Pemerintah Kecamatan Tembilahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, kepala sekolah, komite sekolah, koordinator wilayah pendidikan, serta sejumlah pihak terkait untuk membahas dampak serangan monyet liar terhadap aktivitas pendidikan.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, keputusan belajar dari rumah merupakan hasil kesepakatan bersama setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta masukan dari pihak sekolah dan komite. Menurutnya, keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan tersebut.

"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh unsur yang hadir dalam rapat sepakat mengambil langkah antisipatif dengan melaksanakan pembelajaran secara daring selama tiga hari. Kebijakan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk meminimalisir risiko yang dapat mengancam keselamatan anak-anak selama situasi belum benar-benar kondusif," ujar Ari Syuria.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan penanganan di lapangan. Pemerintah Kecamatan Tembilahan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan terhadap monyet liar dapat segera dilakukan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

"Kami berharap masyarakat dapat memahami keputusan ini karena yang kami utamakan adalah keselamatan anak-anak. Kami juga mengimbau para orang tua agar tetap mengawasi putra-putrinya selama belajar dari rumah. Apabila kondisi sudah dinyatakan aman oleh pihak berwenang, maka proses pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Berdasarkan hasil rapat, pembelajaran daring diberlakukan mulai 6 hingga 8 Agustus 2026. Jika situasi telah dinyatakan aman, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan pada 10 Agustus 2026. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak memancing keberadaan monyet liar, serta mengikuti informasi resmi selama proses penanganan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....