Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat Dibanding Garam Biasa

  • 27 Jul 2026 10:33 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Garam Himalaya merah muda semakin populer sebagai alternatif garam dapur karena dianggap lebih alami dan lebih sehat. Garam ini ditambang dari Tambang Garam Khewra di Pakistan, dekat Pegunungan Himalaya, lalu diproses secara minimal sehingga tetap mengandung berbagai mineral alami.

Berbeda dengan garam meja yang melalui proses pemurnian dan sering ditambahkan yodium serta zat anti-penggalan, garam Himalaya mempertahankan warna merah mudanya yang berasal dari kandungan mineral, terutama zat besi. Dari laman healthline.com secara umum baik garam Himalaya maupun garam meja sama-sama tersusun dari natrium klorida sebagai komponen utama.

Garam Himalaya memang mengandung mineral tambahan seperti kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi, tetapi jumlahnya sangat kecil. Para ahli menilai kandungan mineral tersebut tidak cukup tinggi untuk memberikan manfaat kesehatan yang signifikan apabila dikonsumsi dalam jumlah normal.

Dalam penggunaannya, garam Himalaya dapat dimanfaatkan layaknya garam dapur untuk membumbui maupun memasak makanan. Selain itu, garam ini juga dijual dalam bentuk kristal kasar atau balok garam yang digunakan sebagai alas memanggang makanan. Di luar kebutuhan pangan, garam Himalaya juga kerap digunakan sebagai bahan garam mandi, lampu garam, hingga terapi di gua garam, meski manfaat kesehatan dari penggunaan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Selama ini beredar berbagai klaim bahwa garam Himalaya mampu meningkatkan kualitas tidur, menyeimbangkan pH tubuh, memperbaiki gangguan pernapasan, hingga membantu mengontrol gula darah. Namun, sebagian besar klaim tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Beberapa manfaat yang dikaitkan dengan garam sebenarnya berasal dari fungsi natrium dalam tubuh, bukan karena kandungan mineral tambahan yang dimiliki garam Himalaya.

Tubuh manusia memang membutuhkan natrium untuk menjaga keseimbangan cairan, menghantarkan impuls saraf, serta membantu kontraksi otot. Meski demikian, konsumsi garam tetap perlu dibatasi sesuai anjuran karena asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan pada sebagian orang. Karena itu, jenis garam yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, sementara jumlah konsumsinya tetap menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan.

Hingga kini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa garam Himalaya merah muda memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan garam meja biasa. Garam Himalaya dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang menginginkan produk dengan proses pengolahan lebih alami, tetapi tidak bisa dianggap sebagai "garam ajaib". Jika memilih menggunakannya, pastikan kebutuhan yodium tetap tercukupi dari sumber lain seperti ikan, produk susu, atau rumput laut agar terhindar dari risiko kekurangan yodium.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....