Satgaswil Riau Edukasi Ratusan Pelajar SMAN 3 Pekanbaru Soal Ancaman Paham IRET
- 09 Jul 2026 16:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus diperkuat Satgaswil Riau melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan). Kali ini, edukasi kebangsaan diberikan kepada 400 peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 3 Pekanbaru sebagai langkah membangun ketahanan generasi muda sejak dini terhadap berbagai ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Kamis 9 Juli 2026.
Kegiatan bertema "Sekolah Damai tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)" tersebut bertujuan membekali para pelajar dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat sikap toleransi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyebaran paham IRET yang kini semakin masif memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Satgaswil Riau menjelaskan bahwa media sosial, aplikasi percakapan, game online, hingga berbagai platform digital telah menjadi ruang yang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda secara terselubung dengan menyasar kalangan remaja.
Karena itu, para siswa didorong untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik, berpikir kritis sebelum mempercayai maupun membagikan informasi, serta berani menolak setiap bentuk ajakan yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme.
"Generasi muda saat ini merupakan pengguna aktif ruang digital. Karena itu, kemampuan menyaring informasi dan memahami nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng utama agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang bertentangan dengan Pancasila. Pencegahan harus dimulai dari pendidikan dan lingkungan sekolah," ujar perwakilan Satgaswil Riau.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Ratusan siswa aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pandangan mengenai cara mengenali indikasi penyebaran paham IRET, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.
Menurut Satgaswil Riau, tingginya partisipasi para pelajar menjadi indikator meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga keamanan, kerukunan, dan persatuan bangsa.
"Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.
Melalui Program RATAKAN, Satgaswil Riau terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai salah satu strategi pencegahan yang efektif dalam membangun karakter pelajar yang toleran, cinta tanah air, berwawasan kebangsaan, serta memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda di era digital.
Kolaborasi Satgaswil Riau bersama SMAN 3 Pekanbaru ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan inklusif. Penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak masa MPLS diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian tinggi dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....