RATAKAN Edukasi Siswa SMKS Perbankan Riau Tangkal IRET dan NVE
- 23 Jul 2026 16:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama Kelurahan Sidomulyo Timur terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET) dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan). Kegiatan tersebut digelar di SMKS Perbankan Riau, Pekanbaru, Kamis 23 Juli 2026.
Sekitar 100 siswa mengikuti sosialisasi yang dirangkai dengan Deklarasi Tolak Paham IRET dan NVE. Kegiatan ini turut dihadiri Plt Lurah Sidomulyo Timur Taufik Akbar, S.STP, unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, perwakilan TVRI Riau, serta jajaran guru SMKS Perbankan Riau.
Kepala SMKS Perbankan Riau, Viki Fintaru, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya IRET dan NVE menjadi bekal penting bagi para pelajar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
"Sosialisasi ini sangat penting agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, khususnya melalui media sosial. Kami berharap siswa menjadi generasi yang kritis, bijak memanfaatkan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, kebangsaan, dan persatuan," ujar Viki.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Satgaswil Riau menjelaskan perkembangan teknologi dan media sosial kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham IRET maupun NVE dengan menyasar generasi muda.
Para siswa diimbau agar mampu menyaring setiap informasi yang diterima, tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang mengarah pada kekerasan, serta berani melaporkan kepada guru, orang tua, maupun aparat apabila menemukan indikasi penyebaran paham tersebut.
Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui dialog tersebut, siswa memperoleh pemahaman mengenai ciri-ciri, pola penyebaran, faktor kerentanan, hingga langkah-langkah pencegahan terhadap IRET dan NVE dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta mengikuti Deklarasi Tolak Paham IRET dan NVE. Deklarasi tersebut menjadi simbol kesiapan warga sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan yang aman, damai, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Satgaswil Riau menegaskan, Program RATAKAN akan terus diperluas melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah preventif untuk memperkuat ketahanan generasi muda dari ancaman penyebaran paham IRET dan NVE.
"Melalui Program RATAKAN, kami terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, serta Nihilistic Violent Extremism sejak dini," ujar narasumber Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....