Eco-Aerosorb: Inovasi Siswa Pekanbaru Ubah Limbah Medis Jadi Solusi Polusi Udara
- 28 Mei 2026 22:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tiga pelajar dari Stella Gracia School Pekanbaru berhasil membawa nama Indonesia bersinar di ajang internasional melalui inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Aerosorb. Tim yang terdiri dari Aleea Keysha Zulkarnain, Joanka Andressa Wu, dan Wafi Naufal Agil sukses meraih Medali Emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka menjadi salah satu delegasi muda Indonesia yang mampu bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara. Dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru pada Selasa 26 Mei 2026 lalu para siswa ini menceritakan bagaimana ide inovasi tersebut muncul dari masalah sederhana yang mereka temukan di lingkungan sekolah.
Mereka melihat banyaknya limbah medis laboratorium seperti masker N95 bekas dan sarung tangan nitril yang terus menumpuk setiap hari. Kondisi itu membuat mereka berpikir untuk mencari solusi agar limbah tersebut tidak hanya menjadi sampah berbahaya bagi lingkungan.
Tidak hanya limbah medis, mereka juga menyoroti kualitas udara di area antar-jemput sekolah yang dipenuhi kendaraan bermotor. Asap kendaraan menghasilkan partikel PM2.5 yang berbahaya jika terhirup terus-menerus. Dari situlah lahir gagasan membuat sistem filtrasi udara mandiri berbasis limbah daur ulang yang mampu membantu mengurangi polusi udara di lingkungan sekolah.
Eco-Aerosorb sendiri merupakan sistem filtrasi udara elektrostatis yang bekerja menggunakan teknologi triboelectric nanogenerator. Sistem ini mampu menghasilkan energi secara mandiri tanpa memerlukan sumber listrik eksternal. Dalam pembuatannya, tim memanfaatkan limbah masker N95 dan sarung tangan nitril sebagai komponen utama, lalu mengombinasikannya dengan karbon aktif dari limbah cangkang kelapa sawit.
Proses penelitian yang mereka jalani juga tidaklah mudah. Selama kurang lebih tiga bulan, tim harus membagi waktu antara belajar dan menyelesaikan penelitian.
Mereka juga menghadapi banyak trial and error saat membuat prototipe dan melakukan pengujian laboratorium. Bahkan, untuk memisahkan lapisan masker N95 yang digunakan sebagai bahan utama, mereka harus melakukannya secara manual satu per satu.
Meski menghadapi berbagai kesulitan, semangat mereka tidak pernah surut. Mereka juga mengaku sempat ragu mengikuti kompetisi internasional karena harus membagi waktu dengan ujian sekolah.
Namun, dukungan guru pembimbing dan kekompakan tim membuat mereka tetap melangkah maju. Pengalaman bertemu peserta dari 17 negara juga menjadi pengalaman berharga yang tidak akan mereka lupakan.
Prestasi mereka semakin lengkap setelah Eco-Aerosorb mendapatkan penghargaan “The Best International Invention & Innovation Award” dari National Research Council Thailand (NRCT). Penghargaan ini diberikan karena inovasi mereka dinilai mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan limbah dan polusi udara dengan konsep ekonomi sirkular yang aplikatif dan berkelanjutan.
Keberhasilan tim Stella Gracia School Pekanbaru membuktikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar di bidang sains dan inovasi. Dengan memanfaatkan masalah di sekitar menjadi solusi kreatif, mereka tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga menunjukkan bahwa anak muda mampu menciptakan perubahan positif bagi lingkungan dan masa depan bumi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....