Dua Siswa Kampar Tembus Olimpiade Literasi Kebangsaan Nasional
- 17 Apr 2026 20:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Dari ruang belajar sederhana di UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, dua pelajar berhasil mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni masuk dalam 10 besar Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs, Jumat 17 April 2026.
Kholid meraih skor 97 dari 100 dengan waktu 14 menit 23 detik dan menempati posisi harapan II. Fatma memperoleh nilai yang sama dengan selisih waktu tipis, yakni 14 menit 35 detik. Di tengah persaingan ketat dari ratusan hingga ribuan peserta seluruh Indonesia, keduanya mampu menunjukkan ketepatan dan kecepatan berpikir yang unggul.
Guru pembimbing, Yeni Elfita, menjelaskan kompetisi ini berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat Kabupaten pada 10 Januari 2026, Provinsi pada 5 Februari 2026, hingga Nasional pada 10 April 2026, yang seluruhnya dilaksanakan secara daring.
“Semua tahapan dilakukan secara online. Siswa dituntut lebih mandiri dan disiplin karena tidak ada pengawasan langsung seperti lomba tatap muka,” ujar Yeni.
Ia menambahkan, sistem daring menghadirkan tantangan tersendiri. Tanpa suasana kompetisi langsung, siswa harus mampu menjaga fokus dan mengatur waktu secara mandiri.
“Yang diuji bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga ketahanan fokus dan kejujuran. Ini bagian dari pembentukan karakter,” katanya.
Pembinaan dilakukan melalui latihan rutin, diskusi materi, serta pendalaman isu kebangsaan. Literasi yang dikembangkan tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga memahami nilai identitas, keberagaman, dan wawasan kebangsaan.
Keberhasilan ini juga didukung oleh peran sekolah. Kepala UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, Yusrial, memberikan dukungan dalam bentuk waktu dan fasilitas untuk menunjang pembinaan siswa.
“Dukungan sekolah sangat penting untuk menjaga konsistensi latihan,” ujar Yeni.
Kholid mengaku sempat merasa gugup saat mengikuti kompetisi tingkat nasional, mengingat persaingan yang datang dari seluruh Indonesia.
“Saya sempat gugup, tapi saya mencoba tetap tenang dan fokus,” kata Kholid.
Ia menegaskan manajemen waktu menjadi faktor penting dalam lomba tersebut.
“Harus pandai mengatur waktu, jangan terlalu lama di satu soal,” ujarnya.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kampar, Misharti. Ia menilai capaian tersebut membuktikan bahwa pelajar daerah memiliki potensi bersaing di tingkat nasional.
“Ini kebanggaan bagi Kampar. Siswa kita mampu masuk 10 besar nasional dengan hasil yang sangat baik,” ujarnya.
Misharti juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar prestasi serupa dapat terus lahir di masa mendatang.
“Kita ingin ini menjadi awal, bukan puncak. Harus ada regenerasi dan pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.
Capaian Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni menunjukkan keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan kerja keras, bimbingan, dan dukungan lingkungan, siswa daerah mampu bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....