Guru Besar Ilmu Gizi Riau Tekankan Integrasi Gizi Seimbang dalam Pembelajaran
- 17 Jun 2026 18:37 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kegiatan Gelar Karya Masak Memasak dan Bazar pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan UPT SMP Negeri 1 Kampar tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, menghadirkan perspektif akademik dari kalangan perguruan tinggi terkait pentingnya edukasi gizi sejak usia sekolah.
Guru Besar Ilmu Gizi di Riau, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi penelitian mengenai integrasi konsep gizi seimbang dalam pembelajaran prakarya di tingkat SMP. Ia menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori di kelas, tetapi perlu dilanjutkan melalui praktik langsung agar lebih bermakna bagi siswa.
“Ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian tentang integrasi gizi seimbang dalam mata pelajaran prakarya. Materi sudah diberikan di kelas oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung yang dikemas dalam bentuk lomba memasak makanan khas Melayu Kampar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman remaja mengenai makanan sehat sekaligus mengenalkan kembali kekayaan kuliner daerah. Menurutnya, generasi muda perlu dibiasakan untuk mencintai proses memasak serta memahami nilai gizi dalam setiap makanan yang dikonsumsi.
“Melalui kegiatan ini diharapkan remaja dapat mengenal makanan khas Kampar, mencintai proses memasak, dan menerapkan konsep gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar budaya kuliner Melayu Riau tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” lanjutnya.
Kegiatan bertema “Dari Jemari Kecil Remaja untuk Indonesia Sehat” ini menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang menggabungkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan pelestarian budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas dan potensi kewirausahaan sejak dini melalui pengolahan makanan tradisional.
Dengan adanya kegiatan ini, SMPN 1 Kampar diharapkan dapat terus menjadi ruang pembelajaran aktif yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesadaran gizi, dan pelestarian budaya kuliner daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....