Mengenal 2 Jenis Bentuk Pemaafan dalam Psikologi

  • 16 Apr 2026 09:25 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemaafan sering dianggap sebagai hal sederhana, yakni memberi maaf kepada seseorang yang telah berbuat salah. Namun dalam kajian psikologi, pemaafan memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks. Tidak hanya soal ucapan, tetapi juga melibatkan proses emosional yang terjadi dalam diri seseorang.

Dalam program Spada Pro 2 Pekanbaru yang disiarkan pada Selasa, 14 April 2026, psikolog Geizy Azhari Putri menjelaskan pemaafan dalam psikologi terbagi ke dalam dua bentuk.

“Kalau di dalam psikologi itu ada 2 jenis atau 2 bentuk dari pemaafan,” ujarnya.

Ia kemudian merinci dua bentuk tersebut, yakni Decision Forgiveness, keputusan untuk memaafkan, keputusan pemaafan, dan kedua Emotional Forgiveness.

Menurut Geizy, Decision Forgiveness merupakan tahap awal ketika seseorang secara sadar memutuskan untuk memaafkan.

“Decision Forgiveness ya itu tadi. Oke aku maafin. Aku tidak berniat untuk balas dendam, aku tidak berniat untuk itu ya udah, tapi aku nggak lupa,” jelasnya.

Sementara itu, Emotional Forgiveness berada pada tingkat yang lebih dalam. Pada tahap ini, seseorang tidak hanya memutuskan untuk memaafkan, tetapi juga mampu mengelola emosinya secara positif.

“Tapi kalau Emotional Forgiveness, nah di situ tuh yang memang dia itu sudah bisa merubah kebencian dia, kemarahan dia menjadi sesuatu yang lebih positif,” jelas Geizy.

Ia menegaskan pemaafan yang sejati adalah ketika seseorang telah mencapai tahap emosional tersebut. “Yang benar-benar memaafkan itu ya Emotional Forgiveness,” tuturnya.

Dengan memahami dua bentuk pemaafan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memaknai kata “maaf”, tidak hanya sebagai ucapan, tetapi juga sebagai proses penyembuhan emosi dari dalam diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....