Jangka Waktu Sampah Plastik Terurai

  • 24 Jul 2026 19:57 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang ringan, kuat, dan murah. Namun, keunggulan material tersebut justru menjadi ancaman besar bagi lingkungan ketika menjadi sampah.

Sifatnya yang tahan lama membuat barang-barang plastik memerlukan waktu yang sangat panjang hingga dapat terurai sepenuhnya di alam bebas. Rentang waktu penguraian sampah plastik sangat bervariasi bergantung pada jenis polimer dan bentuk produknya.

Berdasarkan rujukan data konservasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, kantong plastik tipis membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 tahun untuk terurai, sementara sedotan plastik memerlukan waktu hingga 200 tahun, dan botol plastik sekali pakai bisa bertahan hingga 450 tahun di lingkungan terbuka.

Bahkan untuk beberapa jenis plastik sintesis dengan ikatan kimia yang lebih kompleks, proses penguraiannya di alam diperkirakan bisa mencapai kurun waktu yang jauh lebih lama. Menurut pandangan ilmuwan lingkungan dari World Wide Fund for Nature (WWF), jenis wadah styrofoam dan popok bayi sekali pakai membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terdekomposisi secara penuh.

Proses penguraian plastik di alam sejatinya tidak membuat material tersebut hilang tak berbekas, melainkan hanya hancur menjadi partikel-partikel mikro. Berdasarkan riset lingkungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa paparan sinar matahari dan gelombang laut hanya memecah plastik menjadi mikroplastik yang justru lebih berbahaya karena dapat mengontaminasi tanah, sumber air bersih, serta dapat termakan oleh biota laut.

Ancaman abadi limbah plastik ini kian mendesak untuk ditangani mengingat volume sampahnya yang terus meningkat saban tahun. Berdasarkan data pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan lebih dari 19 juta ton sampah plastik per tahun, di mana sebagian besarnya masih belum terkelola dengan baik dan berisiko mencemari ekosistem darat maupun perairan.

Melihat fakta bahwa plastik membutuhkan waktu berabad-abad untuk terurai, pendekatan pengelolaan sampah tidak bisa lagi bertumpu pada TPA semata. World Health Organization (WHO) terus menyerukan pentingnya percepatan ekonomi sirkular dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai guna menekan akumulasi polusi mikroplastik yang dapat masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Mengetahui lambatnya proses daur alami sampah plastik hendaknya dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam berkonsumsi. Mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai serta disiplin memilah sampah dari rumah merupakan langkah konkrit yang dapat dilakukan agar bumi tidak makin tertimbun oleh sampah yang tak kunjung terurai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....