Siapa Lebih Kaya Antioksidan, Daun Singkong Berbatang Merah atau Hijau

  • 15 Apr 2026 10:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di Indonesia, kita mengenal dua jenis daun singkong, yaitu yang berbatang merah dan berbatang hijau. Perbedaan morfologis ini mencerminkan variasi senyawa fitokimia di dalamnya. Kandungan senyawa fitokimia di dalamnya yang memengaruhi nilai nutrisi serta kemampuan tanaman tersebut dalam menangkal radikal bebas.

Warna merah pada batang dan tangkai daun singkong merupakan tanda adanya senyawa Antosianin. Antosianin berfungsi sebagai pigmen alami sekaligus antioksidan kuat yang melindungi tanaman dari stres lingkungan, seperti paparan sinar ultraviolet berlebih.

Secara teoritis, tanaman yang memiliki pigmentasi merah atau ungu cenderung memiliki mekanisme pertahanan oksidatif yang lebih kompleks dibandingkan tanaman yang murni berwarna hijau. Hal ini memberikan keunggulan tambahan bagi varietas batang merah dalam hal konsentrasi senyawa bioaktif yang siap diserap oleh tubuh manusia.

Kecenderungan ini diperkuat oleh berbagai penelitian laboratorium, termasuk studi yang sering dirujuk dalam Journal of Food Science and Technology. Riset menunjukkan varietas singkong dengan warna batang yang lebih gelap atau kemerahan secara konsisten memiliki skor Total Phenolic Content (TPC) dan Total Flavonoid Content (TFC) yang lebih tinggi. Dalam pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (penangkapan radikal bebas), ekstrak daun singkong batang merah seringkali menunjukkan daya hambat yang lebih kuat dibandingkan dengan varietas batang hijau, yang menandakan efektivitasnya dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Meskipun varietas batang merah lebih unggul dalam kadar antioksidan spesifik, daun singkong batang hijau tetap merupakan sumber nutrisi yang sangat luar biasa. Keduanya sama-sama mengandung protein nabati yang tinggi, serat, serta vitamin A dan C yang melimpah. Senyawa antioksidan utama lainnya, seperti kuersetin dan rutin, tetap ditemukan dalam jumlah besar pada kedua jenis tersebut. Perbedaan utama terletak pada profil pigmen tambahannya saja, sehingga konsumsi jenis apa pun tetap akan memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi sistem pencernaan dan imunitas.

Jika ingin mengoptimalkan asupan antioksidan untuk menangkal penuaan dini atau memperkuat daya tahan tubuh, memilih daun singkong batang merah menjadi pilihan yang lebih tepat berdasarkan fakta ilmiah. Namun, ketersediaan dan cara pengolahan berperan penting dalam menjaga kualitas nutrisi tersebut. Disarankan untuk tidak merebus daun terlalu lama agar kandungan vitamin dan senyawa fenoliknya tidak banyak terbuang, sehingga manfaatnya bisa didapatkan secara utuh, baik dari varietas batang merah maupun hijau.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....