Dari Siak ke Jakarta: Pelajar Riau yang Tembus Program Student Exchange Nasional
- 17 Mar 2026 13:00 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kesempatan untuk belajar di luar daerah bahkan bertemu dengan pelajar dari seluruh Indonesia menjadi impian banyak siswa. Hal itulah yang berhasil diraih oleh Nina Ulina Pangabean, siswi kelas 12 dari SMA Negeri 2 Dayun, Kabupaten Siak, Riau.
Dalam Obrolan di SPADA Pro 2 Pekanbaru bersama Nina Ulina Panggabean, Siswi SMA 2 Dayun, Siak, Riau Exchange Student AFS GFLN pada tanggal 7 Maret 2026, ia bercerita melalui program AFS Global Future Leader Network (GFLN), Nina membuktikan bahwa keberanian mencoba bisa membuka jalan menuju pengalaman berharga.
Berawal dari informasi beasiswa yang disebarkan ke sekolah-sekolah, Nina tertarik untuk mendaftar. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang ia asah sejak SMP, ia berhasil melewati proses seleksi yang cukup ketat. Dari ribuan pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 55 peserta yang terpilih, dan Nina menjadi salah satunya.
Menurut Nina, kunci utama dalam seleksi adalah kejujuran dalam menyampaikan diri. Peserta diminta menjelaskan motivasi dan alasan mengikuti program tersebut.
“Cukup jawab dengan apa yang benar-benar kita rasakan, yang unik dan bisa menarik perhatian,” ungkapnya.
Program ini berlangsung dalam dua tahap, yaitu online dan offline. Pada tahap online, peserta mengikuti sesi pembelajaran selama satu bulan yang membahas tentang budaya, toleransi, dan cara menghargai perbedaan. Materi ini menjadi bekal penting sebelum mereka bertemu langsung.
Tahap offline dilaksanakan di Jakarta selama lima hari. Di sana, Nina bersama peserta lain mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari seminar, kunjungan edukatif, hingga pembuatan proyek kelompok. Mereka juga diajak mengunjungi tempat-tempat seperti LRT dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk mempelajari isu keberlanjutan.
Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat Nina bekerja dalam tim yang terdiri dari peserta dari berbagai daerah. Mereka mengembangkan proyek solusi kesehatan untuk mengatasi dampak polusi udara di Kalimantan. Dalam waktu singkat, mereka harus berdiskusi, berdebat, hingga mempresentasikan hasilnya.
“Deg-degan pasti, tapi karena kerja tim jadi lebih enjoy,” cerita Nina.
Tak hanya mendapatkan ilmu, Nina juga membawa pulang penghargaan bersama timnya sebagai kelompok paling kompak. Pengalaman ini membuatnya semakin termotivasi untuk terus berkembang.
Kisah Nina menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan keberanian, kerja keras, dan kemauan belajar, peluang besar bisa datang dari mana saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....