Perkembangan Dunia Ilustrasi di Pekanbaru

  • 06 Feb 2025 08:33 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Dunia ilustrasi di Pekanbaru terus mengalami perkembangan meskipun belum setara dengan daerah-daerah di Jawa.

Adinda Auriell, seorang freelance illustrator sekaligus trainer di Riau Creative Hub, mengungkapkan bahwa Pekanbaru memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) berbakat, namun wadah untuk berkembang masih terbatas.

“Jujur aja karena aku kuliah di Bandung, jika dibandingkan di Jawa, di sini masih kalah. Tapi bukan berarti nggak punya SDM. SDM di Pekanbaru itu banyak banget, hanya saja kurang terekspos,” ujarnya dalam Sore Ceria Pro2 RRI Pekanbaru, Rabu (5/2/2025).

Adinda menambahkan komunitas seni seperti Komunitas Hikaru dan Movement Sketsa Gembira memang sudah ada, tetapi jumlahnya masih terbatas. Peluang untuk bersaing dalam dunia ilustrasi tetap besar, hanya saja eksposur nya kurang.

“Kita punya peluang yang sama, hanya eksposur nya yang kurang. Kalau pengen keluar, kita butuh portofolio yang baik. Bisa tunjukkin skill yang dimiliki itu akan mempermudah branding diri,” jelasnya.

Banyak orang yang belum mengenal illustrator asal Pekanbaru dan mempertanyakan apakah mereka memiliki ciri khas tersendiri. Menurut Adinda, tidak ada gaya yang benar-benar khas karena setiap illustrator memiliki kiblat masing-masing, entah itu bergaya western atau Japanese.

“Lebih kepada ciri khas dari masing-masing illustrator,” katanya.

Adinda juga berbagi tips bagi mereka yang ingin serius menjadi illustrator. Menurutnya, hal pertama yang harus dimiliki itu adalah memilih apakah kemampuan ini akan dijadikan profesi atau sekedar hobi.

“Jika sebagai profesi, selain butuh passion, juga perlu menjual knowledge dan skill. Illustrator itu banyak cabangnya, ada untuk buku anak, game, dan sebagainya. Setelah itu, kita akan menemukan gaya sendiri yang sesuai dengan bidang masing-masing, lalu bisa mulai branding diri,” sarannya.

Selain itu, Adinda juga menyarankan penggunaan media sosial untuk memperkenalkan karya. Manfaatkan teknologi, dan coba ekspose hasil karya kita ke dunia digital. Ia juga menyinggung soal art block atau kebuntuan dalam berkarya.

“Kalau mentok, nggak tahu mau gambar apa, berarti butuh istirahat sebentar. Cari inspirasi itu tidak terbatas dari visual saja, bisa juga dari hal-hal di sekitar kita,” tutupnya.

Dengan terus berkembangnya dunia ilustrasi di Pekanbaru, harapannya semakin banyak wadah dan eksposur bagi para illustrator lokal untuk menampilkan karyanya ke publik yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....