"Kaki Anggau" Permainan Tradisional Siak yang Melatih Keseimbangan
- 06 Okt 2026 22:37 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabupaten Siak, Riau, memiliki beragam permainan tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu. Salah satunya adalah Kaki Anggau, permainan yang dalam berbagai daerah di Indonesia dikenal sebagai egrang atau engrang.
Dalam bahan ajar Budaya Melayu Siak, Kaki Anggau tercatat sebagai salah satu permainan tradisional masyarakat Siak yang menggunakan alat. Permainan ini dilakukan dengan menggunakan dua batang kayu atau bambu yang diberi tempat berpijak, kemudian pemain berdiri dan berjalan di atasnya dengan menjaga keseimbangan tubuh. Sumber kebudayaan daerah belum mencatat secara pasti kapan permainan ini pertama kali diciptakan, sehingga Kaki Anggau lebih tepat dipahami sebagai permainan rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.
Dikutip dari Pemerintah Kabupaten Siak - SILAU (Sistem Informasi Layanan Umum) dalam masyarakat Riau, permainan ini disebut Kaki Anggau, sedangkan di berbagai daerah Nusantara dikenal dengan nama egrang, engrang atau sebutan lokal lainnya. Kaki Anggau di Siak memiliki bentuk sederhana.
Berdasarkan bahan ajar Budaya Melayu Siak, versi yang menggunakan kayu atau bambu dibuat dari dua batang bambu, tongkat atau galah dengan panjang sekitar 150 sentimeter dan dilengkapi pijakan sekitar 45 sentimeter dari tanah. Pijakan tersebut dapat dilapisi bekas ban dalam agar lebih nyaman digunakan. Selain menggunakan bambu atau kayu, terdapat pula bentuk Kaki Anggau yang dibuat dari tempurung kelapa dan tali.
Cara memainkan Kaki Anggau membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan. Pemain menaiki pijakan pada kedua batang kayu atau bambu, kemudian berusaha berdiri tegak sebelum mulai melangkah. Kedua tangan digunakan untuk mengendalikan batang penyangga, sementara kaki mengatur pijakan secara bergantian agar tubuh tetap seimbang.
Karena hanya satu orang yang bermain dalam satu set alat, permainan ini dapat dilakukan secara perorangan dan dapat pula dikembangkan menjadi perlombaan ketangkasan. Tantangannya bukan hanya mampu menaiki alat, tetapi juga menjaga keseimbangan ketika berjalan dan mengendalikan arah langkah.
Kaki Anggau dahulu menjadi salah satu hiburan masyarakat dan termasuk permainan rakyat yang dikenal di Kabupaten Siak. Dokumentasi mengenai Kenduri Permainan Rakyat yang dipusatkan di halaman Istana Siak mencatat Kaki Anggau bersama permainan seperti pacu upih, bakiak, galah panjang, gasing dan sepak raga. Dokumentasi tersebut juga menunjukkan bahwa sejumlah permainan rakyat tersebut mulai ditinggalkan masyarakat seiring perkembangan zaman.
Namun, Kaki Anggau masih diperkenalkan kembali melalui kegiatan kebudayaan. Pada Festival Siak Bermadah 2023, Pemerintah Kabupaten Siak menghadirkan permainan tradisional, termasuk Kaki Anggau, sebagai bagian dari wajah kebudayaan Melayu yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.
Pelestarian Kaki Anggau menjadi penting karena permainan ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajarkan keseimbangan, keberanian, konsentrasi, ketekunan dan keterampilan mengendalikan tubuh. Bahkan, keberadaannya kini tidak hanya dipertahankan sebagai permainan di Kabupaten Siak juga terdapat Tari Kaki Anggau yang mengangkat tema permainan tradisional masyarakat Siak dan menggunakan properti Kaki Anggau dalam pertunjukannya.
Upaya menghadirkan permainan ini dalam festival, kegiatan budaya, pendidikan dan pertunjukan seni menjadi salah satu cara agar generasi muda tetap mengenal permainan yang dahulu akrab dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Kaki Anggau tidak berhenti sebagai permainan masa lalu, tetapi dapat terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya Melayu Siak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....