Jengket, Permainan Tradisional yang Dikenal dalam Kehidupan Anak di Inhil
- 17 Sep 2026 13:01 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Permainan tradisional Jengket menjadi salah satu permainan rakyat yang dikenal dalam kehidupan anak-anak di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Permainan ini dilakukan dengan gerakan melompat menggunakan satu kaki untuk mengejar atau menyentuh pemain lain.
Jengket merupakan bagian dari permainan anak yang diwariskan secara lisan dan praktik dari generasi ke generasi. Dalam khazanah permainan masyarakat Melayu Riau, permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkaitan dengan ketangkasan jasmani dan kecerdasan dalam mengatur strategi.
Dikutip dari Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir. Dari sisi sejarah dan asal-usul, belum ditemukan catatan tertulis yang dapat memastikan kapan Jengket pertama kali muncul di Kabupaten Indragiri Hilir atau siapa penciptanya. Namun, permainan jengket telah dikenal dalam kehidupan anak-anak masyarakat Melayu Riau sejak masa lalu.
Dokumentasi mengenai kehidupan masyarakat Melayu menyebut anak-anak bermain jengket di sekitar rumah bersama permainan tradisional lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Jengket tumbuh sebagai bagian dari aktivitas bermain anak di lingkungan masyarakat dan diwariskan melalui kebiasaan, bukan melalui aturan tertulis yang baku.
Jengket termasuk permainan yang sederhana karena tidak membutuhkan peralatan khusus. Anak-anak hanya memerlukan tempat yang cukup luas dan aman untuk bergerak. Permainan dapat dilakukan secara berkelompok. Pemain yang menjadi pengejar bergerak dengan satu kaki sambil berusaha mendekati dan menyentuh pemain lainnya, sedangkan pemain lain berusaha menghindar.
Pergantian peran dilakukan sesuai kesepakatan atau aturan permainan yang digunakan oleh kelompok. Kesederhanaan inilah yang membuat Jengket mudah dimainkan di lingkungan permukiman maupun halaman rumah.
Selain sebagai hiburan, Jengket memberikan sejumlah manfaat bagi perkembangan anak. Gerakan melompat dengan satu kaki membantu melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, kelincahan dan ketangkasan. Aktivitas mengejar dan menghindar juga mendorong anak untuk berkonsentrasi, mengambil keputusan dengan cepat serta memahami aturan permainan, karena dimainkan bersama, Jengket juga menjadi ruang bagi anak untuk belajar berinteraksi, menunggu giliran, bekerja sama dan menerima hasil permainan secara sportif. Karakter permainan tradisional yang rekreatif dan edukatif tersebut menjadi salah satu alasan permainan rakyat tetap memiliki nilai dalam kehidupan masyarakat.
Di tengah perkembangan permainan digital, keberadaan Jengket menghadapi tantangan karena ruang bermain anak semakin terbatas dan pola bermain generasi muda turut berubah. Karena itu, pengenalan kembali permainan tradisional dapat dilakukan melalui lingkungan keluarga, sekolah, kegiatan kebudayaan dan permainan bersama di masyarakat.
Jengket tidak harus dipertandingkan secara besar-besaran untuk tetap hidup; mengajarkannya kepada anak-anak dan mendokumentasikan cara bermainnya juga merupakan bagian dari pelestarian. Dengan cara sederhana tersebut, permainan Jengket dapat terus dikenalkan kepada generasi sekarang sebagai bagian dari kekayaan permainan tradisional Kabupaten Indragiri Hilir dan budaya masyarakat Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....