Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Ziarah Makam Datuk Rambai

  • 27 Agt 2026 12:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tradisi Ziarah Makam Datuk Rambai di Desa Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, bukan hanya menyimpan kisah sejarah perkembangan Islam di wilayah Kubu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Makam tersebut dikenal sebagai makam Teuku Abdullah Pasai, seorang pendatang dari Aceh yang datang ke Kubu untuk mengembangkan ajaran Islam.

Sebutan Datuk Rambai muncul karena di sekitar makam dahulu terdapat pohon rambai. Tradisi ziarah yang berkembang di tengah masyarakat kemudian diwariskan secara turun-temurun. Dikutip dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau/Kemendikbud, di tengah perubahan kehidupan masyarakat, keberlanjutan tradisi tersebut semakin bergantung pada proses pewarisan kepada generasi muda.

Ziarah Makam Datuk Rambai memiliki nilai sejarah, keagamaan, kekeluargaan dan simbolik yang membuatnya tidak sekadar menjadi kegiatan berkunjung ke makam. Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul untuk berdoa, berzikir dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu, pengenalan tradisi kepada anak-anak dan remaja perlu disertai pemahaman mengenai sejarah dan nilai yang terkandung di dalamnya, bukan hanya mengajarkan tata cara pelaksanaannya.

Regenerasi juga dapat dilakukan dengan memberi ruang kepada kaum muda untuk terlibat dalam berbagai bagian kegiatan. Dalam pelaksanaan ritual yang berkaitan dengan tradisi tersebut, terdapat Atik sebagai pemimpin ritual, ustaz yang membantu pembacaan ayat Al-Qur'an dan doa, tokoh masyarakat, serta warga yang mengikuti rangkaian kegiatan.

Sarana seperti pompong, pengeras suara, umbul-umbul dan bekal makanan menjadi bagian dari pelaksanaan tradisi. Keterlibatan generasi muda dalam persiapan kegiatan, dokumentasi, pengenalan sejarah, hingga membantu pelaksanaan di lapangan dapat menjadi cara agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memiliki tradisi tersebut.

Pelestarian juga menghadapi tantangan ketika perubahan zaman membuat sebagian tradisi lokal semakin jarang dikenal oleh generasi penerus. Karena itu, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat dan pemerintah daerah memiliki peran yang saling melengkapi.

Dokumentasi, penelitian, pengenalan melalui kegiatan kebudayaan serta pendidikan mengenai sejarah lokal dapat menjadi langkah untuk memperkuat pewarisan. Kajian akademik tentang Ziarah Makam Datuk Rambai sendiri telah dilakukan dan menjadi salah satu bentuk dokumentasi mengenai sejarah, pelaksanaan serta nilai-nilai tradisi tersebut.

Ke depan, keberadaan Ziarah Makam Datuk Rambai tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering tradisi tersebut dilaksanakan, tetapi juga seberapa jauh generasi muda memahami alasan tradisi itu dipertahankan. Ketika sejarah dan nilai budaya mampu dikenalkan melalui bahasa yang dekat dengan anak muda, tradisi akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap hidup di tengah perubahan.

Bagi masyarakat Kubu, menjaga tradisi berarti menjaga ingatan kolektif tentang perjalanan masyarakatnya. Dari sinilah generasi muda dapat mengambil peran sebagai penerus sekaligus penggerak agar warisan budaya lokal tetap dikenal dan dihargai di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....