Mengenal, Mencintai dan Melestarikan Budaya Riau

  • 22 Agt 2026 08:47 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Budaya merupakan bagian penting dari identitas suatu daerah. Di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin kuat, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga agar budaya daerah tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam program Obrolan Sore Ceria pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, hadir Anggi Arianda, 2nd Runner-up Putra Literasi Budaya Riau 2026, dan Riszuan Hs, Putra Literasi Budaya Riau Kategori Favorit.

Keduanya berbagi pandangan mengenai pentingnya mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya Riau.

Anggi Arianda mengatakan, perkembangan globalisasi membuat generasi muda semakin mudah mengenal berbagai budaya dari luar negeri. Kondisi tersebut di satu sisi menjadi bagian dari perkembangan zaman, namun di sisi lain dapat membuat budaya sendiri semakin kurang diminati.

“Di era globalisasi ini rata-rata anak muda terpengaruh budaya luar. Yang mana anak-anak muda ini lebih tertarik pada budaya luar negeri. Jadi tugas kami sebagai Putra Putri Literasi Budaya Riau ini untuk mengajak anak muda supaya lebih tertarik dengan budaya sendiri,” ujar Anggi Arianda.

Menurutnya, generasi muda tidak harus menutup diri dari perkembangan budaya global. Namun, mengenal budaya luar seharusnya tetap diimbangi dengan pemahaman terhadap budaya daerah sendiri.

Budaya Riau memiliki berbagai kekayaan yang dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda, mulai dari bahasa, kesenian, tradisi, sejarah, hingga berbagai nilai kearifan lokal.

Sementara itu, Riszuan Hs menyoroti anggapan sebagian anak muda yang menganggap budaya tradisional sebagai sesuatu yang kuno dan kurang relevan dengan kehidupan masa kini.

Menurut Riszuan, salah satu cara untuk mengubah pandangan tersebut adalah memberikan pemahaman sekaligus mengemas budaya dengan cara yang lebih menarik bagi generasi muda.

“Yang pertama kasi pemahaman, mengajak bagaimana budaya itu bisa menarik di mata mereka (anak muda). Sekarang kan banyak media, bagaimana kita memanfaatkan media untuk membuat anak muda mencintai dan melestarikan budaya,” ujar Riszuan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Riau kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Budaya tidak harus selalu diperkenalkan melalui cara-cara konvensional. Kreativitas dalam membuat konten digital, video, maupun berbagai bentuk kampanye di media sosial dapat menjadi salah satu cara agar budaya terasa lebih dekat dengan kehidupan anak muda.

Upaya mengenalkan dan melestarikan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni maupun pemerintah. Generasi muda juga memiliki peran besar sebagai penerus sekaligus penggerak pelestarian budaya.

Melalui semangat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penikmat perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah.

Pesan yang disampaikan Anggi Arianda dan Riszuan Hs dalam Obrolan Sore Ceria menjadi pengingat bahwa budaya Riau akan tetap hidup apabila generasi mudanya mau mengenal, menghargai, dan memperkenalkannya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Upaya melestarikan budaya pun tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Mengenal budaya sendiri, menggunakan bahasa daerah, mempelajari kesenian tradisional, hingga memperkenalkan kekayaan budaya Riau melalui media sosial dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah derasnya arus globalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....