FKJK Riau Perkuat Pelestarian Seni Tradisional
- 21 Sep 2026 04:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Forum Komunikasi Jaranan dan Kuda Lumping (FKJK) Riau memperingati hari ulang tahun ke-7 di Taman Rekreasi Alam Mayang, Kota Pekanbaru, Minggu 20 September 2026, dengan melibatkan ratusan pelaku seni dari berbagai daerah di Riau.
Ketua Panitia Pelaksana Hady Supriyanto mengatakan kegiatan tersebut diikuti lebih dari 350 penari yang berasal dari 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan para pelaku seni jaranan dan kuda lumping.
“Lebih dari 350 penari dari 12 kabupaten dan kota di Riau ikut dalam kegiatan ini. Selain memperingati HUT ke-7 FKJK Riau, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antar pelaku seni jaranan dan kuda lumping,” ujar Hady.
Ia berharap seluruh peserta dan paguyuban yang hadir dapat terus menjaga keberadaan serta kelestarian seni jaranan dan kuda lumping di Riau. Menurutnya, kekompakan antar pelaku seni menjadi salah satu kunci agar kesenian tersebut tetap berkembang dan dikenal generasi mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Parbatas berharap kegiatan FKJK dapat berkembang menjadi salah satu agenda seni dan budaya yang masuk dalam kalender event pariwisata Provinsi Riau. Menurutnya, event budaya yang mampu menarik banyak pengunjung dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
“Kami berharap kegiatan ini nantinya bisa menjadi salah satu event tetap di Provinsi Riau dan masuk dalam kalender event. Semakin banyak orang yang datang, baik dari dalam maupun luar negeri, tentu akan memberikan multiplier effect bagi ekonomi kreatif dan sektor pariwisata,” kata Tekad.
Ia menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan akan berdampak pada berbagai sektor usaha, seperti perhotelan, rumah makan dan pelaku ekonomi kreatif lainnya. Karena itu, kegiatan seni dan budaya seperti jaranan dan kuda lumping dinilai tidak hanya penting untuk pelestarian budaya, tetapi juga dapat mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.
“Hotel penuh, rumah makan penuh, dan usaha yang bergerak di sektor pariwisata juga hidup. Semua ini pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....