Zapin Mempura Warisan Budaya Melayu Siak Terus Menari Menjaga Jati Diri Daerah
- 09 Jul 2026 17:09 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru- Zapin Mempura merupakan salah satu seni tari tradisional Melayu Siak Riau yang tumbuh dan berkembang di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Tarian ini menjadi simbol kekayaan budaya masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun dan masih lestari hingga kini.
Dengan gerak kaki yang dinamis, iringan musik gambus, marwas, biola, serta syair-syair bernuansa Islami, Zapin Mempura tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkenalkan identitas budaya Siak kepada masyarakat luas. Tradisi zapin di Siak telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dengan nama Zapin Siak Sri Inderapura.
Dikutip dari Kementerian Kebudayaan RI (Warisan Budaya Takbenda Indonesia Zapin Siak Sri Inderapura), sejarah Zapin Mempura tidak terlepas dari perkembangan Kesultanan Siak Sri Inderapura. Tarian ini berasal dari perpaduan budaya Arab dan Melayu yang dibawa oleh para pedagang serta ulama Arab sebagai media penyebaran ajaran Islam.
Pada awalnya, Zapin dipertunjukkan di lingkungan istana sebagai hiburan keluarga kerajaan, kemudian menyebar ke berbagai kampung, termasuk wilayah Mempura, hingga berkembang menjadi kesenian rakyat. Nama Zapin sendiri berasal dari bahasa Arab zafn yang berarti gerakan atau langkah kaki, yang menjadi ciri utama dalam tarian ini.
Bagi masyarakat Melayu Siak, Zapin Mempura mengandung nilai budaya dan filosofi yang luhur. Setiap gerakan mencerminkan kesopanan, keharmonisan, kedisiplinan, serta rasa hormat antarsesama. Syair yang mengiringi tarian berisi pesan moral, nasihat kehidupan, dan ajaran Islam, sementara irama musik yang lembut menggambarkan karakter masyarakat Melayu yang santun dan beradab. Nilai gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan terhadap adat istiadat juga tercermin dalam setiap pertunjukan, sehingga Zapin Mempura menjadi media pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
Hingga saat ini, Zapin Mempura masih rutin dipentaskan pada berbagai kegiatan adat, penyambutan tamu kehormatan, pesta pernikahan, khitanan, peringatan hari besar Islam, serta perayaan hari jadi Kabupaten Siak. Tarian ini juga tampil dalam berbagai festival budaya, seperti Festival Siak Bermadah dan sejumlah agenda pariwisata daerah yang bertujuan memperkenalkan kebudayaan Melayu kepada wisatawan.
Di Kampung Sungai Mempura, masyarakat bersama sanggar seni secara rutin mengadakan latihan agar tradisi ini tetap hidup. Sanggar-sanggar seni menjadi wadah pembinaan penari muda, sementara keterlibatan pelajar dan generasi muda dalam berbagai pertunjukan menjadi bukti bahwa Zapin Mempura masih mendapat tempat di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Siak bersama pemerintah pusat, lembaga adat, sanggar seni, sekolah, dan masyarakat terus berupaya melestarikan Zapin Mempura melalui pembinaan, pelatihan, festival budaya, serta promosi pariwisata berbasis budaya Melayu. Penetapan Zapin Siak sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi dorongan penting untuk menjaga keberlangsungan seni tradisi ini. Dengan sinergi antara pemerintah, seniman, dan generasi muda, Zapin Mempura diharapkan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Siak sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Siak sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....