Satgaswil Riau Gandeng Disbud Cegah IRET lewat Budaya Melayu
- 20 Jul 2026 18:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Nihilistic Violent Extremism (NVE) melalui sinergi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Senin 20 Juli 2026.
Pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Aryadi beserta jajaran membahas pemanfaatan pendekatan kebudayaan sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda.
Satgaswil Riau menilai pencegahan penyebaran paham IRET dan NVE tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor kebudayaan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa.
Melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan), Satgaswil Riau telah melaksanakan sosialisasi di 94 sekolah di Provinsi Riau. Program tersebut menjangkau 84.369 siswa, 1.972 guru, serta 66 kepala sekolah sebagai bagian dari upaya preventif meningkatkan pemahaman terhadap bahaya ideologi kekerasan.
Iptu Umar Dhani mewakili Satgaswil Riau mengatakan, nilai-nilai budaya Melayu memiliki pesan luhur yang sejalan dengan semangat persatuan dan toleransi sehingga efektif dijadikan media edukasi dalam mencegah berkembangnya paham ekstrem.
"Pencegahan akan lebih efektif apabila disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Budaya Melayu mengajarkan nilai persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi media yang kuat untuk membangun daya tangkal masyarakat terhadap pengaruh paham intoleran dan ekstrem," ujar Iptu Umar Dhani.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Aryadi, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program pencegahan melalui berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat.
"Kami siap bersinergi dengan Satgaswil Riau melalui berbagai program kebudayaan yang kami miliki. Pementasan teater, pembinaan komunitas seni, lomba puisi, pantun, maupun kegiatan budaya lainnya dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kebangsaan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat dalam mencegah berkembangnya paham IRET dan NVE," kata Aryadi.
Kedua pihak juga membahas rencana pelaksanaan berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan komunitas seni, pelajar, dan masyarakat umum melalui pendekatan budaya Melayu. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET dan NVE.
Koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan upaya pencegahan yang berkelanjutan melalui pendekatan humanis, edukatif, dan berbasis kearifan lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....