Tari Cegak, Jejak Budaya Suku Bonai di Rokan Hulu
- 11 Mei 2026 19:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Rokan Hulu - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Suku Bonai di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, masih menjaga satu warisan budaya yang unik dan sarat makna, yakni Tari Cegak. Tarian tradisional ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi menjadi identitas budaya masyarakat Bonai yang diwariskan turun-temurun.
Dikutip dari website Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Tari Cegak berasal dari kata “cegak” dalam bahasa setempat yang berarti sehat atau sembuh. Tarian ini dikenal juga sebagai tari penyembuhan karena berangkat dari kisah legenda masyarakat Suku Bonai tentang sekelompok pemuda yang menuntut ilmu kesaktian demi melindungi diri dari musuh.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, para pemuda itu melakukan penyamaran menggunakan daun pisang kering untuk menutupi tubuh serta pelepah pinang atau upih sebagai penutup kepala. Setelah berhasil menguasai ilmu yang dipelajari, mereka justru mengalami hal di luar dugaan. Penutup tubuh yang mereka gunakan tidak bisa dilepaskan lagi.
Kondisi itu membuat mereka tampak berbeda dari masyarakat pada umumnya. Namun, para pemuda tersebut tetap menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa, mulai dari berladang hingga mencari ikan di sungai. Masyarakat yang awalnya merasa heran, lambat laun mulai menerima keberadaan mereka sebagai bagian dari kampung.
Dari kisah itulah Tari Cegak lahir dan berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya Suku Bonai, khususnya di Kampung Ulak Patian, Kecamatan Bonai, Kabupaten Rokan Hulu.
Kini, Tari Cegak tidak hanya dipentaskan dalam kegiatan adat, tetapi juga mulai diperkenalkan dalam berbagai festival budaya daerah. Sejumlah koreografer turut mengembangkan gerakan tari agar lebih variatif tanpa meninggalkan nilai tradisional yang melekat di dalamnya.
Suku Bonai sendiri dikenal sebagai salah satu komunitas adat terpencil yang mendiami wilayah pedalaman Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hulu. Kehidupan masyarakatnya masih sangat dekat dengan alam dan tradisi leluhur. Karena itu, Tari Cegak menjadi simbol penting yang menggambarkan perjalanan hidup, ketahanan, dan identitas budaya mereka.
Pelestarian Tari Cegak dinilai penting sebagai upaya menjaga kekayaan budaya lokal Riau agar tetap dikenal generasi muda. Selain menjadi warisan budaya, tarian ini juga menyimpan nilai sejarah, kebersamaan, serta pesan tentang penerimaan sosial dalam kehidupan masyarakat adat
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....