Festival Siak Bermadah Perkuat Pelestarian Budaya Melayu di Negeri Istana
- 20 Jul 2026 12:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Festival Siak Bermadah terus menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, sebagai upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat luas. Festival yang pertama kali digelar pada tahun 1991 ini menjadi representasi kejayaan peradaban Melayu di bekas wilayah Kesultanan Siak Sri Indrapura.
Beragam pertunjukan seni, sastra, musik, tari tradisional, hingga pameran ekonomi kreatif disajikan untuk memperkuat identitas budaya daerah. Dikutip dari Kementerian Pariwisata RI, Penyelenggaraan Festival Siak Bermadah juga menjadi wadah bagi para seniman, budayawan, pelajar, serta sanggar seni untuk menampilkan karya terbaik mereka.
elain pertunjukan budaya, festival ini diramaikan dengan bazar produk UMKM, pameran kerajinan khas Melayu, permainan tradisional, dan wisata sejarah ke sejumlah situs budaya, seperti Istana Siak, Balai Kerapatan Tinggi, serta Masjid Sultan Syarif Hasyim. Kegiatan tersebut tidak hanya menghidupkan tradisi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Festival Siak Bermadah menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Siak menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan zaman. Pemerintah terus berkolaborasi dengan komunitas budaya, lembaga adat, pelaku ekonomi kreatif, dan generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui festival ini, masyarakat diajak mengenal kembali adat istiadat, kesenian, bahasa, serta filosofi kehidupan masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi sopan santun dan kebersamaan.
Selain Festival Siak Bermadah, Kabupaten Siak juga secara rutin menyelenggarakan berbagai festival budaya Melayu lainnya, seperti pertunjukan seni tradisional, lomba syair, kompang, silat, zapin, hingga kegiatan adat yang melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat serta memperkuat citra Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan festival budaya yang berkelanjutan, Kabupaten Siak terus menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup dan berkembang. Festival Siak Bermadah bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi menjadi sarana edukasi, pelestarian sejarah, promosi pariwisata, dan penguatan identitas budaya daerah. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, warisan budaya Melayu diharapkan tetap lestari serta dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....