Asal Usul Tradisi Bagi-Bagi Duit saat Lebaran
- 17 Mar 2026 08:49 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan berbagai tradisi khas di masyarakat Indonesia. Selain hidangan khas seperti ketupat dan opor ayam, ada pula kebiasaan yang sangat dinantikan anak-anak, yaitu tradisi bagi-bagi uang atau yang sering disebut “angpao Lebaran” dari orang tua maupun kerabat yang lebih tua.
Dilansir dari laman wbsite Kementerian Agama Republik Indonesia, penjelasan tentang zakat fitrah dan tradisi berbagi saat Idul Fitri , tradisi memberikan uang saat lebaran sebenarnya tidak berasal dari satu sumber tunggal, melainkan berkembang dari nilai-nilai berbagi dan sedekah dalam ajaran Islam. Dalam Islam, bulan Ramadan dan hari raya menjadi momentum untuk memperbanyak sedekah serta membantu sesama, terutama kepada anak-anak dan mereka yang membutuhkan.
Dalam ajaran Islam juga dikenal kewajiban Zakat Fitrah, yaitu zakat yang dikeluarkan oleh umat Muslim sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Tujuannya agar semua umat Islam dapat merasakan kebahagiaan pada hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan.
Menurut para ahli budaya, kebiasaan memberi uang kepada anak-anak saat Lebaran merupakan bentuk perluasan dari semangat zakat dan sedekah tersebut. Selain dari nilai Islam, tradisi ini juga dipengaruhi budaya Asia, terutama budaya pemberian amplop uang kepada anak-anak. Tradisi ini mirip dengan budaya angpao dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang telah lama dikenal di berbagai negara Asia.
Dalam perkembangannya di Indonesia, tradisi tersebut mengalami penyesuaian budaya. Amplop merah khas Imlek kemudian diganti dengan amplop bernuansa Lebaran bergambar ketupat, masjid, atau ucapan “Selamat Idul Fitri”.
Tradisi bagi-bagi uang saat Lebaran tidak sekadar memberi hadiah. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi simbol kasih sayang, kebersamaan, dan kebahagiaan keluarga saat berkumpul dalam momen silaturahmi.
Bagi anak-anak, uang Lebaran menjadi kenangan yang menyenangkan setiap tahun. Sementara bagi orang dewasa, tradisi ini menjadi cara sederhana untuk berbagi rezeki dan menumbuhkan rasa syukur.
Hingga kini, kebiasaan bagi-bagi uang saat Lebaran masih terus dipertahankan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, berbagai bank dan lembaga keuangan setiap tahun menyediakan layanan penukaran uang baru menjelang Idul Fitri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin berbagi uang kepada keluarga.
Tradisi ini menunjukkan bahwa nilai berbagi dan kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....