Debus Indragiri Hulu, Warisan Dakwah dan Keberanian Melayu

  • 15 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah perkembangan hiburan modern, masyarakat Indragiri Hulu, Riau, masih menjaga satu kesenian tradisional yang sarat nilai spiritual dan budaya, yakni Debus Indragiri Hulu. Kesenian yang telah hidup sejak masa Kesultanan Indragiri ini bukan sekadar pertunjukan ketangkasan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah Islam di wilayah Melayu Riau.

Dikutip dari Wikipedia, Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, Debus Indragiri Hulu dikenal melalui atraksi para pemain yang tampak kebal terhadap senjata tajam. Dalam pertunjukannya, pemain menusukkan besi bermata tiga atau senjata tajam ke bagian tubuh seperti lengan dan perut tanpa mengalami luka. Atraksi tersebut kerap memukau masyarakat yang menyaksikan.

Namun di balik unsur hiburannya, Debus memiliki nilai religius yang kuat. Kesenian ini dahulu digunakan sebagai media penyebaran Islam di wilayah Indragiri. Tokoh yang dipercaya memperkenalkan Debus di daerah tersebut adalah Ali al-Idrus, seorang ulama asal Hadramaut yang datang membawa ajaran Islam sekaligus tradisi kesenian bernuansa dakwah.

Dalam setiap pertunjukan, Debus dipimpin oleh seorang Khalifa’. Ia bertugas membacakan kalimat janji, doa, dan permohonan kepada Allah SWT agar para pemain diberi keselamatan selama atraksi berlangsung. Prosesi ini menjadi bagian penting yang menunjukkan bahwa Debus bukan sekadar pertunjukan fisik, melainkan juga mengandung unsur spiritual dan keyakinan religius.

Suasana pertunjukan semakin khas dengan iringan musik Gebano yang dimainkan secara ritmis. Irama musik tersebut menjadi penguat suasana sekaligus pengiring gerakan para pemain Debus di arena pertunjukan.

Saat ini, Debus Indragiri Hulu masih sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, khitanan, hingga perayaan hari besar Islam. Kehadirannya tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya Melayu Indragiri Hulu yang terus dijaga lintas generasi.

Pengakuan terhadap nilai budaya Debus semakin kuat setelah kesenian ini ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016. Penetapan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi daerah di tengah arus modernisasi.

Pelestarian Debus dinilai penting karena kesenian tradisional tidak hanya menyimpan nilai hiburan, tetapi juga sejarah, spiritualitas, dan jati diri masyarakat Melayu. Melalui Debus, generasi muda dapat mengenal bagaimana budaya lokal berkembang bersama nilai agama dan kehidupan sosial masyarakat pada masanya.

Di Riau, Debus Indragiri Hulu menjadi bukti bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Tidak hanya diwariskan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengingat akan sejarah panjang dakwah dan budaya Melayu yang hidup hingga hari ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....