Batik Riau Bersinar di Jepang, Irna Juita Raih Penghargaan Dunia
- 02 Agt 2026 06:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Karya batik khas Riau kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Desainer asal Pekanbaru, Irna Juita atau yang akrab disapa Bunda Irna, meraih penghargaan International Visionary Fashion Designer of the Year pada ajang Lustre Global Fashion and Awards Japan 2026 yang digelar di Hotel New Sanno, Hiroo, Minato-ku, Tokyo, Jepang, Sabtu 1 Agustus 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasinya dalam mempromosikan batik Riau melalui karya-karya yang memadukan nilai tradisi dan sentuhan modern.
Dalam ajang tersebut, Aspekraf by Irna Juita bersama Batik J Pekanbaru, Riau, Indonesia menampilkan koleksi busana bertema Nusantara. Koleksi itu mengusung modifikasi motif Selembayung yang dipadukan dengan Pucuk Rebung, dikombinasikan dengan bahan ulos dan brokat sebagai busana pesta yang didominasi warna merah. Perpaduan tersebut menghadirkan harmoni budaya Nusantara sekaligus menampilkan karakter khas batik Riau di hadapan para tamu dan pelaku industri mode internasional.
"Alhamdulillah, penghargaan International Visionary Fashion Designer of the Year ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi saya untuk terus memperkenalkan batik Riau di panggung dunia. Saya percaya batik Riau memiliki kekayaan motif dan filosofi yang mampu diterima masyarakat internasional apabila dikemas dengan sentuhan desain yang modern tanpa meninggalkan identitas budayanya," ujar Irna Juita usai menerima penghargaan.
Ia menjelaskan, koleksi yang dibawanya ke Jepang sengaja mengangkat keberagaman budaya Indonesia dalam satu rancangan.
"Pada ajang ini saya mengangkat tema Nusantara dengan memadukan motif Selembayung dan Pucuk Rebung khas Riau, diperkaya unsur ulos serta brokat dalam balutan busana pesta berwarna merah. Kolaborasi ini menjadi simbol persatuan budaya Indonesia yang ingin saya tampilkan kepada dunia," tambahnya.
Koleksi tersebut diperagakan oleh enam model, yakni Ayumi Lee dari Jepang, serta Sri Delvita, Sami Danevan Khalfani, Avisa Silvina Hotmaida Panjaitan, Grace Margareth Abigail S., dan Odor Juliana yang berasal dari Pekanbaru. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para undangan yang hadir karena mampu menampilkan keanggunan busana dengan nuansa budaya Indonesia yang kuat.
Salah seorang model asal Pekanbaru, Sri Delvita, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari peragaan busana tersebut.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa membawa karya desainer asal Riau di ajang internasional di Tokyo. Saat mengenakan busana Batik J, saya merasa bukan hanya tampil sebagai model, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia, khususnya Riau, kepada masyarakat dunia. Semoga penampilan kami dapat semakin memperkenalkan batik Riau di tingkat internasional dan memotivasi generasi muda untuk bangga mengenakan serta melestarikan karya-karya budaya daerah," katanya.
Bunda Irna telah menekuni dunia desain busana selama kurang lebih tujuh tahun. Alumni Program Studi Tata Busana FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh itu konsisten mengangkat batik Riau sebagai identitas utama dalam setiap karyanya. Berkat dedikasi tersebut, koleksi rancangannya telah tampil di sedikitnya sepuluh negara, menjadikan batik Riau semakin dikenal di berbagai panggung fesyen dunia.
Keikutsertaan Batik J Pekanbaru pada Lustre Global Fashion and Awards Japan 2026 menjadi bukti wastra Nusantara, khususnya batik Riau, memiliki daya saing di tingkat global. Prestasi yang diraih Irna Juita diharapkan menjadi inspirasi bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berinovasi sekaligus melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui karya yang mampu menembus pasar internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....