Bolehkah Mencukur Rambut Halus Di Wajah ?
- 14 Okt 2024 12:57 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Trend kecantikan memang selalu berinovasi dan selalu berubah-ubah seiring berjalannya waktu, sebut saja trend face shaving yaitu trend menyukur rambut halus di wajah.
Face shaving umumnya dilakukan oleh pria dengan kumis atau jenggot yang tebal namun sekarang banyak wanita yang juga turut menggunakan trend ini untuk menghilangkan rambut halus di wajah mereka.
Banayk mitos beredar tentang mencukur bulu wajah ini salah satunya menyebabkan rambut wajah tubuh lebih lebat namun kenyataannya tidaklah demikian, sebab Mencukur rambut wajah tidak akan mengubah jumlah foliker rambut.
Rambut halus di wajah yang disebut Rambut Vellus ini yang merupakan rambut halus dan pendek sebenarnya mempunyai fungsi tersendiri yaitu mengatur suhu tubuh dan melindungi kulit, tidak hanya di wajah, rambut halus juga tumbuh di lengan, perut,kaki, dan seluruh tubuh.
Mencukur rambut halus diwajah cenderung juga bisa mengakibatkan wajah luka, atau iritasi, jika anda ingin menghilangkan rambut halus di wajah anda, anda mungkin bisa menggunakan skincare dengan kandungan aktif untuk mengontrol sebum.
Bahan aktif dalam produk perawatan kulit berikut bisa menjaga pori-pori wajah tetap bersih sehingga bulu-bulu halus tidak lagi terlihat.
1. Asam salisilat
Asam salisilat dapat membantu mengurangi jumlah minyak pada kulit dan ukuran filamen sebasea.Asam salisilat larut dalam minyak yang berarti dapat menembus lapisan kulit dalam dan membantu membersihkan pori-pori.
Untuk Anda yang belum pernah menggunakan skincare dengan kandungan asam salisilat, coba mulai dengan satu kali aplikasi setiap hari. Jika kulit jadi kering dan terkelupas, kurangi atau beri jarak waktu penggunaannya.
2. Benzoil peroksida
Benzoil peroksida adalah bahan aktif yang umum ditemukan dalam produk skincare untuk mengatasi jerawat.
Kegunaan senyawa ini adalah membatasi produksi minyak serta mengembalikan ukuran pori-pori kulit yang membesar.
Namun, benzoil peroksida dapat menyebabkan kekeringan dan pengelupasan kulit yang berlebihan, terutama jika kandungannya cukup tinggi.
3. Minyak pohon teh (tea tree oil)
Tea tree oil adalah minyak esensial yang sering digunakan orang untuk mengobati jerawat.
Sebuah studi kecil yang diterbitkan dalam Contact dermatitis (2016) menunjukkan bahwa tea tree oil juga dapat membantu mengatasi kulit berminyak.
Namun, minyak ini dapat menyebabkan iritasi dan reaksi alergi. Minyak pohon teh memiliki reaksi alergi yang paling banyak dilaporkan dari minyak esensial lainnya.
4. Tabir surya
Riset dari jurnal Clinical (2015) menunjukkan bahwa paparan sinar matahari jangka panjang dapat pori-pori membesar. Akibatnya, bulu-bulu halus di pori-pori wajah bisa lebih terlihat.
Orang dengan kulit berminyak dan berpori-pori besar sebaiknya menggunakan tabir surya yang bebas minyak dan noncomedogenic alias tidak menyumbat pori-pori.
Menggunakan tabir surya yang tinggi kandungan minyak bisa membuat pori-pori tampak lebih besar.
Anda sebaiknya selalu menggunakan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan. Batasi juga aktivitas di bawah sinar matahari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....