Regenerasi Kuda Lumping Girimulyo Bertahan di Tengah Keterbatasan
- 31 Jan 2026 17:41 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire : Kesenian tradisional kuda lumping di Kelurahan Girimulyo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, terus bertahan melalui peran generasi muda yang tergabung dalam Perkumpulan Jaranan Buto Banyuwangi Turonggo Singo Joyo. Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan minim dukungan, komunitas ini tetap aktif melakukan pembinaan penari muda.
Ketua Perkumpulan Jaranan Buto Banyuwangi Turonggo Singo Joyo Girimulyo, Jayadi, mengatakan hingga saat ini sanggar masih memanfaatkan rumah pribadi sebagai tempat latihan dan pertemuan.
“Terus terang kami belum punya sanggar, cuma kami bertempat kebetulan di rumah saya pribadi. Itu yang kita jadikan sanggar juga untuk pertemuan,” kata Jayadi.
Selain keterbatasan tempat, kondisi lokasi latihan yang belum sepenuhnya layak juga menjadi kendala. Padahal jumlah anggota yang tergabung di perkumpulan tersebut mencapai sekitar 65 orang.
Jayadi juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima dukungan dari pemerintah daerah dalam pengembangan kesenian kuda lumping. Meski demikian, dukungan moral dari warga Girimulyo dan aparat kelurahan menjadi penyemangat bagi para pelaku seni.
“Kalau dukungan dari pemerintah, selama kami dari nol sampai sudah tampil beberapa kali, belum ada sama sekali. Kami masih dari pribadi. Sedangkan dukungan besar datang dari semangat warga Girimulyo dan Pak Lura,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Anak Wayang sekaligus pelatih kuda lumping Turonggo Singo Joyo, Sujayen, menjelaskan proses latihan rutin dilakukan satu kali dalam seminggu untuk membina penari muda.
“Kalau untuk proses latihannya seperti biasa satu minggu satu kali itu setiap hari Minggu sekitar jam 2 kami sudah latihan,” ujar Sujayen.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pembinaan adalah melatih anak-anak yang masih baru bergabung, sehingga dibutuhkan kesabaran dalam proses pembelajaran. Meski demikian, pihaknya berharap kesenian kuda lumping di Nabire dapat terus berkembang dan dikenal masyarakat luas.
“Harapan kami supaya kuda lumping ini bisa berkembang dengan baik, yang intinya bisa melestarikan kesenian kuda lumping yang ada di Nabire,” katanya.
Melalui upaya regenerasi yang terus dilakukan, komunitas kuda lumping Girimulyo berharap kesenian tradisional ini tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Nabire.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....