Konsep Ekowisata, Duta Wisata Sulteng Angkat Balap Kuda di Palu

  • 28 Mei 2026 12:25 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pariwisata yang baik bukan sekadar tentang seberapa banyak wisatawan yang datang berkunjung, melainkan seberapa besar dampak positif yang ditinggalkan terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat lokal. Konsep ecotourism (ekowisata berkelanjutan) inilah yang kini tengah gencar dikampanyekan oleh Duta Pariwisata Remaja Sulawesi Tengah 2026, M Rafly Adhyaksa.

Saat hadir di RRI Pro 2 Palu dalam segmen Jaga Malam, Rafly mengungkapkan bahwa Kota Palu dan sekitarnya memiliki permata wisata tersembunyi yang sangat potensial dikembangkan lewat keterlibatan aktif generasi muda. Salah satu destinasi yang menjadi fokus utamanya adalah Kampung Nelayan di Kota Palu.

Selama ini, Kampung Nelayan jamak dikenal anak muda hanya sebagai tempat nongkrong sore hari untuk melepas penat sembari menikmati takjil atau kuliner ringan di tepi pantai. Namun, Rafly membeberkan ada daya tarik unik yang belum terkespos luas di sana.

"Setiap hari Minggu pagi atau sore, masyarakat lokal di Kampung Nelayan kerap menggelar ajang balap kuda di dekat area pabrik garam. Ini adalah potensi wisata budaya dan bahari yang luar biasa jika dikemas dengan baik," ungkap Rafly.

Meski menyimpan potensi besar, ia tidak menampik adanya tantangan nyata di lapangan. Masalah kebersihan dan minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah di sekitar Kampung Nelayan masih menjadi ganjalan utama. Melalui statusnya sebagai duta, ia berencana menggandeng komunitas pemuda lokal untuk melakukan aksi nyata pembersihan lingkungan secara berkala.

Selain Kampung Nelayan, dalam tiga bulan masa jabatannya, dirinya juga aktif mengampanyekan Pantai Enu di Donggala agar kembali bergeliat, serta Danau Tambing di Poso yang dinilainya menjadi contoh sukses ekowisata yang disiplin menjaga kebersihan hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....