Tekanan Akademik dan Organisasi Picu Burnout Mahasiswa
- 29 Mei 2026 21:35 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Label sebagai "Mahasiswa Berprestasi" sering kali membawa beban ekspektasi sosial yang berat di pundak seorang anak muda. Tuntutan untuk selalu tampil sempurna, mempertahankan nilai akademis, sekaligus aktif di organisasi tak jarang menjadi pemicu utama datangnya fase jenuh ekstrem atau burn out.
Rahmad Hidayat, Juara 3 Mahasiswa Berprestasi LLDIKTI Wilayah XVI dalam wawancara interaktif di PRO 2 RRI Palu. Di balik deretan piala dan pengakuan dari lembaga internasional yang diraihnya, dirinya sempat terjebak dalam fase burn out yang cukup parah selama tiga bulan di awal tahun ini.
"Jujur, dari Januari sampai bulan Maret kemarin saya itu fase burn out, burn out sekali. Saya tidak ikut lomba apa pun, saya merasa kayak hal-hal yang saya senangi dulu itu kayak sudah tidak menyenangkan," tutur mahasiswa semester 6 Akuntansi Untad ini.
Selama fase tersebut, ia mengaku kehilangan motivasi produktif dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Namun, kesadaran untuk tidak berlarut-larut membuatnya menyusun strategi pemulihan diri. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mendekatkan diri pada spiritualitas, memvalidasi rasa sedih yang dialami, serta mencari hiburan yang benar-benar lepas dari tuntutan akademis, seperti menonton tayangan komedi.
Lebih lanjut, dirinya membagikan edukasi penting mengenai pentingnya bantuan profesional jika kondisi kesehatan mental sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia mengingatkan rekan-rekan sesama mahasiswa di Kota Palu agar tidak perlu merasa malu atau tabu untuk berkonsultasi ke psikolog.
"Kalau misalnya sudah parah sekali burn out-nya, sudah mengganggu aktivitas, seek for professional, jadi ke psikolog. Fun fact, di Kota Palu ini ada empat psikolog di Puskesmas," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....