Kisah Hamid: Bangkit dari PHK Orang Tua lewat Tahu Bakso

  • 28 Mei 2026 12:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Palu yang membuktikan bahwa badai ujian hidup bisa diubah menjadi peluang kesuksesan yang luar biasa. Dunia terasa runtuh bagi Hamid Wildan ketika mendengar kabar sang ayah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Cobaan berat itu datang tepat saat ia baru saja memulai langkah sebagai mahasiswa di kelas internasional Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang notabene membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, krisis tersebut justru menjadi bahan bakar utama bagi Hamid untuk melahirkan bisnis kuliner sukses bernama Tahu Bakso YTTA (Yang Tahu-Tahu Aja).

Hamid mengenang kembali masa-masa sulit di perantauan saat harus memutar otak demi bertahan hidup dan membayar biaya kuliahnya sendiri tanpa membebani orang tua. Beruntung, ia dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang siap mengulurkan tangan, mulai dari meminjamkan fasilitas tempat tinggal hingga modal moral yang tak ternilai.

Biaya kuliah di kelas internasional yang menyentuh angka puluhan juta rupiah sempat membuat pemuda asal Sulawesi Tengah ini berada di titik terendahnya. Kendala keterbatasan fasilitas di kamar kosnya pun menjadi tembok besar saat ia pertama kali berniat mencari penghasilan mandiri lewat jalur kuliner.

"Waktu di Jogja, saya gundah dan menangis di kos karena bingung memikirkan cara bayar SPP yang mencapai puluhan juta. Sahabat-sahabat saya lalu merangkul dan mengingatkan bahwa saya punya potensi bisnis," kenang Hamid.

Bermodal nekat dan resep yang dipelajarinya secara otodidak, dirinya mulai memproduksi tahu bakso dan menjajakannya langsung di area kampus sejak pukul 07.00 pagi, sebelum jadwal kuliahnya dimulai. Prosesnya tidak mudah, ia harus melewati fase trial and error hingga belasan kali sebelum menemukan formula rasa yang sempurna dan disukai konsumen.

Kerja kerasnya di sela-sela waktu kuliah akhirnya membuahkan hasil. Strategi berjualan sejak pagi buta di kampus swasta bergengsi Yogyakarta perlahan mampu meringankan beban finansial keluarganya pasca-PHK sang ayah.

Kini, bisnis yang awalnya dirintis dari air mata di sudut kamar kos tersebut telah berkembang pesat di Kota Palu. Sembari menunggu keberangkatan kuliah fisik ke Arab Saudi pasca merampungkan kelas daringnya, Hamid membagikan rahasia terbesarnya dalam menghadapi segala pasang surut kehidupan dan bisnis, yaitu pentingnya mengubah cara pandang dalam menghadapi masalah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....