Tim Peneliti Fakultas Kehutanan Untad Launching Buku Restorasi Lahan
- 20 Sep 2024 19:54 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Tim peneliti dari Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) resmi meluncurkan sebuah buku berjudul Restorasi Ekosistem Lahan Marjinal pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Non-Govermental Organization (NGO) Mercy Corps Indonesia (MCI) bersama Fakultas Kehutanan Untad, Kamis (19/9/2024) kemarin.
Prof. Dr. Ir. Naharuddin, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Tim Peneliti menyampaikan bahwa buku ini bertujuan sebagai panduan dalam upaya pemulihan lahan kritis terutama yang berada di beberapa wilayah di Kabupaten Sigi.
"Di dalam buku ini kami (tim peneliti) sudah memaparkan kondisi ekosistem dan lahan marjinal seperti apa sebenarnya, sifat fisik tanahnya, dan kemudian juga di dalamnya dibahas segi zona lingkungannya, serta kenapa bisa banjir itu terjadi," terangnya.
Buku tersebut lanjutnya juga menjadi tindak lanjut dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh timnya untuk pengembangan program pemulihan lahan kritis dari MCI.
"Ini kami dari tim peneliti ada 4 orang dan sudah melakukan riset kurang lebih 4 bulan di Dolo Selatan sana, nah dalam buku ini sudah termuat semua hasilnya, sehingga kami harapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan perbaikan lahan marjinal serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan," kata Prof. Naharuddin.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Untad itu juga menambahkan, bahwa selain buku tersebut, timnya juga telah mengeluarkan publikasi di jurnal Internasional yang membahas terkait lahan marjinal dan turut melibatkan mahasiswa Fakultas Kehutanan Untad untuk membantu melakukan riset terkait permasalahan tersebut.
"Nah ini sebenarnya adalah kolaborasi kita (Fakultas Kehutanan Untad) bersama MCI untuk bagaimana caranya agar lahan-lahan marjinal bisa kembali digunakan dengan masyarakat, sekaligus ini juga kan menjadi misi kami di Fakultas Kehutanan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan," ujar pria kelahiran 1972 itu.
Sementara itu, Iksan selaku Koordinator MCI Sulawesi Tengah berharap, dengan adanya buku tersebut bisa menjadi referensi utama bagi berbagai pihak yang terlibat termasuk MCI dalam upaya pemulihan ekosistem yang terdampak degradasi. Pun diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih proaktif dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan di Sulawesi Tengah.
"Kami melihat potensi besar dari inisiatif ini, yah terutamanya dalam memberdayakan masyarakat setempat juga untuk terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan," jelas Iksan.
Adapun untuk tim peneliti Fakultas Kehutanan Untad yang telah menyusun buku ini diantaranya Prof. Dr. Ir. Naharuddin, S.Pd., M.Si., Dr. Ir. Sudirman Daeng Massiri, S.Hut., M.Sc., Dr. Ir. Hendra Pribadi, SP., MP., Ir. Arman Maiwa, S.Hut., MP. (Sn)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....