Tradisi Upacara Adat Nokolontigi Suku Kaili
- 17 Mei 2024 12:55 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Mokolontigi masih merupakan salah satu rangkaian dari proses acara yang dilakukan di rumah perempuan maupun rumah laki-laki sebelum pernikahan, dimaksudkan untuk mensucikan diri sebelum menikah. Acara yang dilaksanakan pada malam hari ini dilakukan di rumah calon pengantin perempuan atau dilaksanakan dimasing-masing rumah calon pengantin.
Dilakukan para orangtua atau tokoh adat yang dianggap mempunyai garis keturunan baik, karena nantinya diharapkan calon pengantin juga akan mempunyai garis kehidupan seperti itu. Proses acara ini dimaksudkan, agar kedua calon pengantin tidak dapat dipengaruhi roh-roh jahat serta dapat terhindar dari bahaya, mudah rezeki dan mempunyai umur yang panjang.
Adapun kelengkapan yang dipergunakan di dalam acara ini, seperti daun pacar (kolontigi) yang dihaluskan dan berwarna merah lalu diletakkan di telapak tangan calon pengantin sebagai simbol pengorbanan. Minyak kelapa yang dioleskan di atas kepala agar mereka mudah rezeki di dalam mengarungi hidup barunya.
Kapur sirih dan bedak yang digunakan sampai ke leher sebagai manifestasi dari sikap yang nantinya bila berbuat jahat dan dapat mempermalukan keluarga (ingkar janji). Maka batang leher menjadi taruhannya, sedangkan penggunaan kain putih sebagai lambang kesucian.
Setelah proses acara ini dilakukan pada malam yang sama juga dilakukan khatam al-Qur’an, yang dimaksudkan agar calon pengantin laki-laki agar lebih fasih dalam mengucapkan ikrar (ijab kabul) di depan penghulu. Dan acara khatam al-Qur’an ini dilakukan sebelum acara nokolontigi, tetapi hal tersebut bukan merupakan suatu ikatan tergantung dari pengaturan.
Bila acara ini sudah selesai, maka proses dari rangkaian acara adat yang dilakukan sebelum akad nikah sudah selesai. Mempelai laki-laki kemudian kembali ke rumahnya, untuk mempersiapkan acara pernikahannya keesokan harinya. (AL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....