Dero Massal Meriahkan Pembukaan FDP 2022
- 21 Okt 2022 11:13 WIB
- Palu
KBRN, Poso : Tari Dero Massal mewarnai Pembukaan Festival Danau Poso (FDP) Tahun 2022, yang digelar di Tentena, Kota Wisata Tepian Danau Poso, Kamis, (20/10/2022). Tarian yang berasal dari Suku Pamona ini dilakukan sebagai bagian dari pesta adat, upacara adat, pesta panen raya, ungkapan rasa syukur, dan kebahagiaan masyarakat kepada Tuhan atas semua hal yang telah diberikan kepada mereka. Serta merupakan rangkaian atraksi utama dalam gelaran FDP tahun ini.
Festival Danau Poso (FDP) merupakan agenda tahunan Kabupaten Poso yang digelar dipinggiran danau Poso yang dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali. FDP kali ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdi Mastura. FDP tahun ini mengusung tema "Pesona Megah Sulawesi Tengah" dengan rangkaian acara meliputi ; pengenalan pariwisata, kuliner, workshop budaya, penampilan teatrikal, pertunjukan kolaborasi musik lokal dan tarian daerah.
“ Tujuan pelaksanaan FDP ini adalah untuk meningkatkan kepariwisataan Sulawesi Tengah pada umumnya dan kepariwisataan Poso pada khususnya sehingga lahirlah ikon FDP yakni ; "Pesona Megah Sulawesi Tengah" “. Ungkap Rusdi Mastura.
Pada acara pembukaan FDP 2022, turut di tampilkan juga Tarian Kolosal Danau Poso yakni modero atau dero, yang diikuti 350 Pelajar Se- Kabupaten Poso, penampilan musik lokal dan modern serta dero masal.
Dalam sambutannya, Bupati Poso Dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang mengatakan, FDP di selenggarakan pertama kalinya pada tahun 1989, dengan tujuan sebagai sarana pengembangan pariwisata di Kabupaten Poso. Namun, festival ini sempat terhenti akibat konflik kemanusiaan yang melanda negeri Sintuwu Maroso hingga tahun 2000-an.
“ Setelah konflik berhasil diselesaikan dan kondisi daerah kembali kondusif, maka festival kembali dilaksanakan yang mana sebagai ajang promosi wisata Poso juga menjadi ajang pembuktian kepada dunia luar bahwa Poso sangat aman, nyaman dan damai untuk dikunjungi kembali untuk melihat pesona pariwisata alamnya yang sangat luar biasa “ Kata Bupati Verna Ingkiriwang.
Pada ajang ini, FDP menampilkan berbagai atraksi pertunjukan budaya yang spektakuler dan menarik sehingga dapat meninggalkan kesan yang baik bagi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso pantas menjadi tujuan wisata nasional bahkan menjadi destinasi wisata dunia yang patut dikunjungi para turis lokal maupun manca negara.
"Akhir-akhir ini kita sudah melihat banyak sekali turis-turis lokal dan turis mancanegara yang ada di Kabupaten Poso." Kata Bupati Poso
Olehnya, Verna berharap agar para pelaku ekonomi kreatif, melalui ajang FDP ini, bisa membaik, bangkit dan mandiri untuk bisa survive seiring membaiknya situasi pasca Pandemi yang melanda negeri ini dan arus kunjungan wisatawan bisa lebih banyak lagi di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Dinas Pariwisata Provinsi yang telah menyelenggarakan FDP tahun ini, Kami masyarakat Poso bersyukur atas dukungan yang luar biasa dari Gubernur dan seluruh stakeholder terkait lainya." Jelas Bupati Poso mengakhiri sambutannya
Pada kesempatan itu, Gubernur H. Rusdy Mastura menyampaikan bahwa Festival Danau Poso (FDP) merupakan festival tahunan yang digelar dipinggiran danau poso sejak tahun 1989 dengan menampilkan berbagai atraksi seni budaya dan pariwisata dari tiap Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Tengah.
Dalam perjalananya, FDP sempat berhenti akibat konflik di Kabupaten Poso, dan setelah konflik usai, FDP kembali digelar dengan tujuan menghapus stigma negatif dan memulihkan citra pariwisata Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain itu, tidak jauh dari danau Poso dapat ditemukan situs megalith yang merupakan peninggalan pra-sejarah yang tersebar di lereng gunung dan perbukitan ditengah padang rumput di lembah napu, lembah behoa dan lembah bada.
Terkait dengan Tarian Dero Massal, selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, masyarakat Suku Pamona juga menganggap bahwa tarian Dero merupakan wujud kerukunan dan persahabatan serta sebagai kesempatan untuk mencari pasangan hidup.[2] Tarian ini juga dianggap sebagai pemersatu masyarakat Suku Pamona karena dalam tarian ini semua orang dari berbagai latar belakang baik miskin maupun kaya adalah sama.
Pada gerakan tarian Dero, semua orang harus saling berpegangan tangan dan bergoyang. Namun, tarian yang sebenarnya tidak saling berpegangan tangan. Tradisi berpegangan tangan sendiri berawal dari zaman penjajahan Jepang sebagai hiburan mereka.
“ Semoga FDP Tahun 2022, dapat menjadi magnet yang sukses menarik minat wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke danau Poso, meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah serta dapat dimasukan dalam kalender Event Nusantara “. Tutup Gubernur Rusdi Mastura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....