Hindari Paparan Radiasi Pada Indeks UV Tinggi (11-13) Siang
- 14 Sep 2023 14:19 WIB
- Palu
KBRN, Palu : Indonesia merupakan wilayah gugusan kepulauan yang berada di daerah khatulistiwa, sangat kaya akan paparan sinar matahari.
Sepanjang tahun intensitas radiasi matahari pada siang hari berkisar antara 1200 - 1400 Watt/m2. Maka tidak heran banyak wisatawan berkulit putih datang ke Indonesia hanya untuk berjemur sambil menikmati indahnya pantai-pantai di Indonesia.
Kepala BMKG SPAG Lore Lindu Bariri Asep Firman Ilahi mengatakan magnitude atau besaran radiasi ultraviolet yang sampai ke permukaan dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
1. Letak geografis; radiasi matahari di kawasan katulistiwa paling tinggi / ekstrim karena sudut jatuh matahari hampir tegak lurus dengan permukaan, makin tinggi lintangnya makin kecil intensitasnya.
2. Kondisi uap air / perawanan; makin banyak awan yang menutupi, makin kecil intensitasnya. Musim kemarau dimana angin dingin beritup dari arah Timuran menyebabkan pertumbuhan awan jadi sedikit, tidak heran musim kemarau terasa panas menyengat ketika siang hari karena sedikit sekali awan-awan hujan.
3. Partikel aerosol padat di atmosfer; aerosol padat berupa debu ringan, gas-gas polutan padat turut mengurangi radiasi yang masuk ke permukaan. Wilayah perkotaan, kawasan industri dan pertambangan paparan radiasi matahari akan berkurang.
Wilayah Sulawesi Tengah yang terbentang pada lintang 1.3 derajat LU sampai 3.2 derajat Lintang Selatan, secara geografis berada dekat dengan garis khatulistiwa. Paparan radiasi sama sepanjang tahun, baik musim kemarau maupun musim hujan.
"Bedanya musim kemarau akan terasa menyengat karena kurangnya awan-awan hujan," ujar Kepala BMKG SPAG Lore Lindu Bariri Asep Firman Ilahi ketika dikonfirmasi rri.co.id, Kamis (14/9/2023).
Selain itu, wilayah Sulawesi Tengah cenderung kualitas udaranya baik, sehingga sedikit polutan yang terakumulasi di atmosfer. Hal ini menyebabkan paparan radiasi ultraviolet akan terasa menyengat.
Dampak langsung radiasi ultraviolet tinggi terutama dirasakan oleh masyarakat berkulit cerah. Ketika terpapar oleh ultraviolet indeks Ekstrim, dalam kurun Waktu 1 jam saja kulit akan terasa panas dan memerah. Tetapi Dampak ini tidak dirasakan oleh orang yang berkulit gelap. Makin gelap kulitnya makin kebal terhadap paparan radiasi ultraviolet.
"Disarankan agar menghindari paparan sinar UV terutama pada saat indeks UV tinggi (antara pukul 11-13 waktu setempat). Gunakan tabir surya dengan nilai Sun Protection Faactor (SPF) tinggi agar mendapatkan perlindungan maksimal. Kurangi aktifitas di luar ruangan pada kelompok usia rentan, yaitu Balita dan manula," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....