Kota Palu Masuk 10 Daerah Inflasi Terendah, Wawali Minta TPID Pertahankan Capaian

  • 06 Okt 2026 14:19 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kota Palu masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia hingga September 2026. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mempertahankan kondisi tersebut melalui penguatan koordinasi dan langkah konkret menjaga harga serta pasokan kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Imelda saat memimpin Rapat Koordinasi TPID Kota Palu di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu, Selasa, 6 Oktober 2026. Berdasarkan perkembangan yang dibahas dalam rapat, inflasi Kota Palu tercatat 0,17 persen secara month to month (m-to-m), 2,82 persen year to date (y-to-d), dan 2,80 persen year on year (y-on-y).

“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” ujar Imelda.

Imelda mengatakan capaian tersebut perlu dipertahankan melalui pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok secara berkelanjutan. Karena itu, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan pasokan maupun harga komoditas.

Rapat TPID juga mengevaluasi sejumlah program yang selama ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Program tersebut meliputi pasar murah, Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, pasar tani, serta langkah pengendalian pasokan lainnya.

Selain pengendalian inflasi, rapat membahas perkembangan Program Palu Mapan melalui program Palu Menanam. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat produksi pangan lokal di sejumlah kelurahan sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah.

Pada hari yang sama, Imelda memimpin panen perdana tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Panen tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program pemanfaatan lahan untuk mendukung produksi pangan di tingkat kelurahan.

“Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil,” ucap Imelda.

Program Palu Menanam mengembangkan sejumlah komoditas, antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung. Produksi pangan di tingkat kelurahan diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan mendukung pengendalian harga komoditas pangan strategis.

Imelda menekankan seluruh OPD terkait perlu terus mengawal program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan sesuai tugas masing-masing. Koordinasi tersebut diperlukan agar capaian inflasi yang telah dicapai Kota Palu dapat dipertahankan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....