Sebut Jembatan Wombo Kalonggo Tol Desa, Gubernur Sulteng: Ini Jalur Vital
- 06 Okt 2026 12:12 WIB
- Palu
Poin Utama
- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala pada Minggu, 4 Oktober 2026.
- Gubernur menyebut jembatan tersebut sebagai 'tol desa' karena menjadi jalur vital untuk memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah Tanantovea.
- Jembatan Wombo Kalonggo bukan sekadar penghubung antardesa tetapi merupakan infrastruktur strategis yang mendukung akses dan konektivitas masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Donggala - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyebut Jembatan Wombo Kalonggo bukan sekadar penghubung antardesa, tetapi sebagai “tol desa”. Alasannya, karena jembatan ini menjadi jalur vital yang memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah Tanantovea.
Hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan jembatan di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemprov Sulteng kepada pemerintah kabupaten. Utamanya, dalam memastikan akses masyarakat tetap terbuka di tengah keterbatasan kemampuan fiskal kabupaten.
"Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa dan mirip dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” Kata Gubernur.
Ia menekankan, jembatan ini tidak hanya menghubungkan Desa Wombo dan Wombo Kalonggo. Lebih dari itu, juga memperkuat konektivitas menuju Desa Wombo Mpanau dan wilayah sekitarnya.
Gubernur juga mengatakan, jalan dan jembatan juga bagian dari akses menuju pusat ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas sosial masyarakat.
Karena itu, Pemprov Sulteng juga mendorong konektivitas Siniu–Pantolon sebagai jalur alternatif. Hal tersebut dinilai strategis, untuk membuka akses baru sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri.
“Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ucap Gubernur.
Dalam kunjungan tersebut, turut disampaikan perkembangan sejumlah program 9 BERANI. Seperti Program Berani Cerdas Kuliah, yang telah memberikan manfaat kepada sekitar 47 ribu mahasiswa.
Sementara, Berani Sehat telah melayani sekitar 270 ribu masyarakat Sulteng. Baik yang tidak memiliki BPJS aktif, menunggak iuran, maupun memiliki penyakit yang tidak ditanggung BPJS.
Selain itu, Pemprov Sulteng menyerahkan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako kepada masyarakat di tiga desa, masing-masing sebanyak 500 paket. Masyarakat pun didorong untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui layanan Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222 selama 24 jam.
Kegiatan juga dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, dan Anggota DPRD Kabupaten Donggala, Mas Ali (Purn. TNI). Termasuk Camat Tanantovea, pimpinan OPD Provinsi, para kepala desa, unsur BPD, kepala dusun, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....