Dampak Karhutla, Kualitas Udara Kota Palu Sangat Buruk PM2.5 Mencapai 206 µgram/m3

  • 05 Okt 2026 15:57 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Sejak pagi hingga sore hari, Kota Palu Senin 5 Oktober 2026 diselimuti kabut asap tebal seperti akan turun hujan. Berdasarkan pantauan kualitas udara BMKG Stasiun Pemantau Atmosfir Global Lore Lindu Bariri menujukan kualitas udara konsentrasi PM1 tercatat 189 mikrogram per meter kubik (µgram/m3), PM2.5 mencapai 206 mikrogram per meter kubik (µgram/m3), dan PM10 sebesar 210 mikrogram per meter kubik (µgram/m3), hal ini menunjukan kualitas udara di Kota Palu masuk kategori sangat tidak sehat. Ketiga parameter pemantau kualitas udara tersebut sekaligus menjadi nilai tertinggi dalam pemantauan tujuh hari terakhir.

Kondisi kualitas udara di Kota Palu tersebut lebih tinggi dari pantauan kualitas udara pada Minggu 4 Oktober 2026 yang konsentrasi PM2.5 di Palu tercatat 132 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori tidak sehat.

Kepala SPAG Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi kepada rri.co.id di Palu mengatakan, memburuknya kualitas udara di Palu turut dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah diantaranya dari Karhutla dari Morowali, Tojo Una-Una dan Sulawesi Barat.

“Sejak 3 hari terakhir asap Karhutla dari Morowali, Tojo Una-Una dan Sulawesi Barat mutar-muter saja di sekitaran Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu, ditambah lagi ada kiriman adveksi (adveksi merupakan gerakan massa udara secara mendatar yang bisa mengubah suhu atau sifat fisik udara di suatu wilayah-KBBI) dari Papua Selatan yang intensif dalam 3 hari terakhir,” jelas Asep, Senin 5 Oktober 2026.

PM2.5 Senin 5 Oktober 2026 siang mencapai angka 206 mikrogram per meter kubik atau lebih tinggi sekitar 56 persen dibandingkan Minggu 4 Oktober 2026 mencapai 132 mikrogram per meter kubik, sedangkan untuk PM10 mencapai 210 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori tidak sehat.

Masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan partikulat halus ditengah semakin memburuknya kualitas udara disebabkan dampak Karhutla, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 100. Apabila melakukan kegiatan di luar ruangan diharapkan menggunakan masker.

"Rekomendasi buat masyarakat Palu dan sekitarnya kurangi aktivitas luar ruangan, wajib pakai masker N95/KN95 kalau keluar, tutup pintu-jendela dan jangan bakar sampah dulu, banyak minum air, dan kelompok sensitif (balita, lansia, penderita asma) tetap di dalam ruangan ber-AC/filter," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....