Warga Binaan Lapas Palu Olah Fiberglass Jadi Tempat Sampah
- 02 Okt 2026 18:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu mengembangkan keterampilan mengolah fiberglass menjadi tempat sampah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus upaya menyiapkan bekal bagi WBP sebelum kembali ke masyarakat.
Salah satu WBP berinisial DBP menunjukkan proses pembuatan tempat sampah tersebut saat ditemui Tim Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Selasa, 29 September 2026. Produk yang dibuat menggunakan sejumlah bahan, di antaranya Glass Mat 450, resin atau minyak fiber, katalis, dan pigmen resin.
DBP mengatakan proses pembuatan satu tempat sampah membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga tahap finishing. Produk tersebut dibuat dalam beberapa warna, yakni merah, kuning, dan hijau untuk membedakan tempat sampah kategori B3, organik, dan anorganik.
“Semoga hasil karya kami bisa diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah kota. Kami juga mengajak teman-teman di sini untuk bersama-sama belajar membuat tempat sampah ini, sehingga ke depannya saat keluar dari sini kami memiliki bekal keterampilan dan bisa menjadi bermanfaat bagi orang banyak,” ujar DBP.
Menurut DBP, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan dalam menghasilkan produk, tetapi juga mendorong WBP lainnya untuk ikut belajar. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang bermanfaat setelah WBP menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan sekaligus Pelaksana Harian Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Palu, John Andrianto, mengatakan pihaknya berencana mengembangkan kegiatan tersebut melalui peningkatan sarana dan prasarana. Lapas juga akan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan pemerhati lingkungan.
“Ke depan akan kami persiapkan peningkatan sarana prasarana, menjalin kerja sama dengan stakeholder dan para pemerhati lingkungan, sehingga produksi yang kita hasilkan dapat digunakan dengan aman dan nyaman di tengah masyarakat. Saat ini kami baru menyelesaikan satu set,” jelas John.
John mengatakan pengembangan kegiatan tersebut diarahkan agar hasil karya WBP dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Kerja sama dengan pihak lain juga diharapkan dapat mendukung pengembangan produksi sekaligus pembinaan keterampilan di Lapas Palu.
Pembuatan tempat sampah dari fiberglass menjadi salah satu bentuk kegiatan pembinaan yang memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan praktis. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kemandirian dan kesiapan WBP sebelum kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Lapas Palu berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan melalui dukungan sarana, kerja sama, dan peningkatan kemampuan WBP. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal untuk berkarya dan berkontribusi setelah kembali ke masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....