RSUD Buluye Napoa’e Parimo Hadirkan Dokter Spesialis Anak untuk Perkuat Layanan

  • 02 Okt 2026 14:10 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - RSUD Buluye Napoa’e Moutong terus memperkuat layanan kesehatan melalui pemenuhan dokter spesialis dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui dukungan pendidikan dokter spesialis serta kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Direktur RSUD Buluye Napoa’e Moutong Kurniati Masulili, SKM., MKM., mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan beasiswa kepada dokter umum yang bersedia mengikuti pendidikan dokter spesialis dan nantinya mengabdikan diri di RSUD Buluye Napoa’e Moutong.

Saat ini, terdapat dokter yang tengah mengikuti pendidikan Spesialis Patologi Klinik dan Spesialis Anestesi. Selain itu, seorang dokter dijadwalkan mengikuti pendidikan Spesialis Anak pada Oktober 2026. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut diharapkan kembali untuk memperkuat pelayanan spesialis di RSUD Buluye Napoa’e Moutong.

Sambil menunggu proses pendidikan tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah lain melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dengan memanfaatkan dukungan dokter residen untuk memperkuat layanan spesialis di rumah sakit tersebut.

Kerja sama itu ditindaklanjuti melalui visitasi Layanan Anak dan Layanan Radiologi pada 4 September 2026. Visitasi melibatkan tim Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, unsur Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong.

Hasil visitasi tersebut membuka peluang penguatan layanan anak di RSUD Buluye Napoa’e Moutong. Dokter Spesialis Anak dijadwalkan mulai memberikan pelayanan di rumah sakit tersebut pada 3 Oktober 2026.

Kehadiran dokter spesialis tersebut diharapkan memungkinkan Poliklinik Anak memberikan pelayanan secara lebih rutin setiap hari, sehingga masyarakat Moutong dan wilayah sekitarnya tidak perlu menyesuaikan diri dengan jadwal pelayanan yang terbatas untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan anak.

Kurniati mengatakan pemenuhan dokter spesialis secara penuh waktu membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Karena itu, beasiswa pendidikan dokter spesialis dan kerja sama dengan Unhas menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun kemandirian SDM kesehatan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kita melihat perubahan. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kebutuhan pelayanan saat ini, tetapi juga untuk mempersiapkan RSUD Buluye Napoa’e Moutong agar ke depan memiliki SDM spesialis yang penuh waktu dan mampu memberikan pelayanan yang semakin lengkap kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan layanan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, Universitas Hasanuddin, serta tenaga kesehatan di RSUD Buluye Napoa’e Moutong.

“Kami berharap kehadiran dokter spesialis dan penguatan SDM kesehatan ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, berkualitas, dan maksimal bagi masyarakat Moutong dan sekitarnya,” pungkas Kurniati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....