Ketua FKUB Sulteng: Peran Babinsa Merawat Harmoni dan Keutuhan NKRI

  • 29 Sep 2026 13:51 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Ketua FKUB Sulawesi Tengah Zainal Abidin menekankan peran strategis Babinsa dalam menjaga kerukunan umat beragama dan keutuhan NKRI.
  • Kegiatan penguatan moderasi beragama diselenggarakan untuk puluhan Babinsa Kodim 1306/KP dengan tema 'Merawat Harmoni Bangsa untuk Keutuhan NKRI'.
  • Forum Kerukunan Umat Beragama melibatkan institusi militer melalui Babinsa sebagai aktor kunci dalam pemeliharaan harmoni sosial keagamaan.

RRI.CO.ID, Palu - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, menegaskan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam merawat kerukunan umat beragama. Sekaligus, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikannya, saat memberikan materi dalam Penguatan Moderasi Beragama bagi puluhan Babinsa Kodim 1306/KP. Kegiatan itu bertema “Merawat Harmoni Bangsa untuk Keutuhan NKRI”, di Aula Kodim 1306/KP, Senin, September 2026.

Zainal menekankan, upaya merawat harmoni bangsa harus dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah. Babinsa sebagai aparat territorial, memiliki peran strategis dalam membangun sikap moderat, adil, dan toleran, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kehadiran Anda adalah jaminan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Ia juga memaparkan lima pilar dan strategi merawat kerukunan ala FKUB Sulteng. Yakni menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling percaya dan memahami, moderasi beragama, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Pada pilar menerima perbedaan, Zainal menjelaskan keragaman merupakan ketentuan Ilahi yang harus disikapi dengan saling mengenal dan menghormati. Implementasinya, Babinsa diharapkan aktif melakukan kunjungan ke rumah-rumah ibadah lintas agama secara netral.

Sementara, pilar mengedepankan persamaan menitikberatkan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kasih sayang. Babinsa didorong mengedepankan kegiatan bakti sosial, menghindari narasi yang mempertentangkan kelompok masyarakat, serta menjadikan Pancasila sebagai titik temu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Zainal menekankan, pentingnya meneladani sikap damai Nabi Muhammad SAW, mencintai tanah air, menghormati sesama, dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Babinsa juga diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi radikalisme secara cermat, dengan tetap menghormati privasi masyarakat.

Selain itu, diperlukan sistem pelaporan dan deteksi dini yang terukur dan berbasis data pemetaan kewilayahan. Termasuk, monitoring dan evaluasi terhadap indikator toleransi dan kondisi sosial-keagamaan masyarakat.

Penguatan kapasitas Babinsa juga diarahkan melalui pendidikan dan pelatihan moderasi beragama secara berkala. Termasuk penyusunan modul saku lima pilar kerukunan, kunjungan lintas iman, dialog bersama tokoh agama, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama FKUB Sulawesi Tengah dan Korem 132/Tadulako yang telah terjalin beberapa tahun sebelumnya. Ini sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan kerukunan di wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tengah, Rachman Ansyari, sebagai narasumber. Kemudian dihadiri Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Kodam XXIII/Palaka Wira, Kolonel Inf. OO Syahroja. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....