Kemendukbangga/BKKBN Sulteng Intensifkan Pelayanan KB di Wilayah Khusus

  • 28 Sep 2026 18:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Intensifikasi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Wilayah Khusus. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Senin, 28 September 2026.

Intensifikasi Pelayanan KB tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Kemendukbangga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Sulawesi Tengah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulawesi Tengah, Asisten III Pemerintah Kabupaten Donggala, Isngadi, serta berbagai instansi terkait.

Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Posyandu, Penyuluh Keluarga Berencana, hingga Pasangan Usia Subur turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, sebanyak 50 akseptor mendapatkan pelayanan keluarga berencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) melalui unit pelayanan kesehatan bergerak Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli. Rumah sakit terapung tersebut telah bersandar di Pelabuhan Wani sejak 22 September 2026 dan memberikan berbagai layanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk pelayanan KB.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Menteri Kemendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan pelayanan KB yang dilaksanakan melalui rumah sakit terapung merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelayanan KB serentak yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN di seluruh Indonesia.

“Hari ini sebetulnya kami datang dalam rangka masih dalam rangkaian Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh 26 September beberapa hari yang lalu. Selama satu bulan sejak tanggal 7 September sampai 7 Oktober kami melakukan pelayanan KB serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Isyana, pelayanan KB dilakukan melalui berbagai sarana, mulai dari mobil layanan, fasilitas kesehatan, hingga rumah sakit terapung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas tetap mendapatkan pelayanan keluarga berencana.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kondisi geografis yang beragam sehingga diperlukan berbagai inovasi pelayanan untuk menjangkau masyarakat. Karena itu, keberadaan rumah sakit terapung dinilai menjadi salah satu solusi dalam menghadirkan layanan kesehatan dan keluarga berencana di wilayah khusus.

“Ini merupakan salah satu cara untuk mengintensifikasikan pelayanan keluarga berencana di wilayah-wilayah khusus. Karena kita tahu Indonesia sangat luas dan ada tempat-tempat yang memang perlu dilakukan upaya-upaya seperti yang dilakukan di Donggala ini,” ucapnya.

Isyana menambahkan, pelaksanaan pelayanan KB di wilayah khusus juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan para relawan terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat Indonesia benar-benar mendapatkan pelayanan keluarga berencana yang memang diperlukan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....