Tanwir dan Milad Muhammadiyah Diproyeksi Dorong Perputaran Ekonomi Daerah

  • 20 Sep 2026 17:33 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Pelaksanaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 pada 19-21 November 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diproyeksikan turut mendorong perputaran ekonomi lokal. Ribuan peserta dan penggembira yang diperkirakan datang selama kegiatan menjadi peluang bagi hotel, UMKM, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha lainnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Amin Parakasi mengatakan dampak ekonomi menjadi salah satu hal yang sejak awal disampaikan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam proses pengajuan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah.

Amin menyebut jumlah peserta dan penggembira yang datang ke Palu dapat mencapai sekitar 5.000 hingga 10.000 orang. Para peserta tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari sejumlah daerah lain yang memiliki akses transportasi menuju Palu.

“Diperkirakan 5.000 atau 10.000 hadir itu dikali dengan belanjaan 300 sampai 500 orang saja itu berapa miliar pemasukan yang ada, ekonomi berputar di Kota Palu ini,” ujar Amin kepada awak media di Palu, Minggu, 20 September 2026.

Menurut Amin, besarnya jumlah orang yang datang dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat langsung dari aktivitas selama pelaksanaan Tanwir. Olehnya, penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak bagi Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat dan perekonomian Kota Palu.

Ia mengatakan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah melihat langsung perkembangan Kota Palu setelah bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi 2018. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang memperkuat keyakinan bahwa Palu siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.

Selain itu, Amin menilai keberadaan kuliner khas Palu seperti kaledo dan bawang goreng dapat menjadi bagian dari potensi ekonomi yang diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai daerah.

“Nah, itu harus diperkenalkan kepada seluruh Indonesia bahwasanya kaledo dengan bawang goreng yang menjadi ciri khas kuliner daripada Kota Palu,” katanya.

Dari sisi penyelenggaraan, persiapan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 saat ini telah mencapai sekitar 98 persen. Ketua Panitia Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 sekaligus Rektor Unimuh Palu, Prof. Rajindra, mengatakan kompleks Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu) telah dipersiapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan.

"Tempat ini saya memperkirakan ini sudah siap kira-kira sudah 98 persen sudah siap ditempati, khususnya di kompleks Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Palu,” ujar Rajindra.

Selain menyiapkan lokasi kegiatan, panitia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah hotel, penyedia bus dan berbagai pihak pendukung lainnya untuk mengantisipasi kedatangan peserta serta penggembira.

Rajindra mengatakan, aspek UMKM masih menjadi bagian yang terus dikoordinasikan oleh panitia. Sejumlah lokasi telah disiapkan untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM, baik di dalam kompleks maupun di sekitar area kampus.

“Karena itu semua berdampak. Hanya yang belum, kami harus koordinasi ini adalah pelaku UMKM. Karena pelaku UMKM tidak menutup kemungkinan apakah di depan kampus boleh juga atau di dalam ini kita sudah siapkan. Yang jelas tempatnya kita sudah siapkan semuanya,” sebut dia.

Menurut Rajindra, aktivitas ekonomi yang muncul selama pelaksanaan Tanwir juga akan didukung dengan kedatangan sejumlah pejabat dan tokoh dari tingkat nasional. Kondisi tersebut diperkirakan semakin meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, konsumsi dan berbagai layanan lainnya di Kota Palu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....