Persiapan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Palu Capai 98 Persen
- 20 Sep 2026 17:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Persiapan pelaksanaan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus dimatangkan. Hingga pertengahan September 2026, kesiapan lokasi utama kegiatan di kompleks Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu telah mencapai sekitar 98 persen.
Ketua Panitia Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah sekaligus Rektor Unismuh Palu, Prof. Rajindra mengatakan sebagian besar kebutuhan utama pelaksanaan kegiatan telah dipersiapkan, termasuk Gedung Banua Kaili yang akan menjadi arena utama Tanwir.
Menurut Rajindra, selain gedung utama, sejumlah fasilitas pendukung di kompleks Universitas Muhammadiyah Palu juga terus dibenahi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar.
“Tempat ini saya memperkirakan ini sudah siap kira-kira sudah 98 persen sudah siap ditempati, khususnya di kompleks Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Palu,” ujar Rajindra kepada awak media di Palu, Minggu, 20 September 2026.
Ia menyebut kapasitas Gedung Banua Kaili mampu menampung sekitar 1.000 orang. Sementara peserta inti Tanwir diperkirakan sekitar 500 hingga 600 orang.
“Kalau dia peserta inti itu memang sekitar 500 sampai 600 itu. Tetapi kalau hari pertama itu memang mendekati 1.000, atau hari pembukaannya. Tetapi penggembira itu tidak masuk di dalam sini, hanya di luar,” katanya.
Rajindra menjelaskan, panitia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendukung kebutuhan peserta selama pelaksanaan Tanwir. Koordinasi tersebut antara lain mencakup hotel, transportasi, bus, serta fasilitas pendukung lainnya.
Panitia juga telah mengantisipasi sejumlah potensi kendala teknis, termasuk persoalan penerbangan dan transportasi laut. Selain itu, kebutuhan pasokan listrik di lokasi kegiatan telah dikoordinasikan dengan PLN untuk mengantisipasi gangguan selama empat hari pelaksanaan.
"Kita sudah menyurat ke sana (PLN) untuk mempersiapkan termasuk itu pemakaian listrik itu kita juga sudah diberikan itu tambahan," sebut dia.
Meski demikian, lanjutnya, panitia juga masih menunggu sejumlah arahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait kebutuhan tambahan yang harus dipersiapkan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Amin Parakasi mengatakan pelaksanaan Tanwir di Palu memiliki arti penting bagi Muhammadiyah karena daerah ini untuk pertama kalinya mendapat amanah menjadi tuan rumah.
Menurut Amin, Tanwir merupakan permusyawaratan tertinggi Muhammadiyah di bawah Muktamar. Dalam Tanwir tahun ini, Muhammadiyah akan membahas rancangan program untuk 25 tahun mendatang sekaligus sejumlah agenda yang berkaitan dengan Muktamar Muhammadiyah tahun berikutnya.
“Jadi memang Tanwir kali ini kita akan menjadi saksi sejarah di Palu bahwa di Tanwir ini kita akan merancang program 25 tahun yang akan datang. Karena sejak tahun 2000 itu ada perencanaan 25 tahun dan sudah berakhir,” kata Amin.
Selain penyusunan program jangka panjang, Tanwir juga akan membahas sejumlah persiapan menuju Muktamar, termasuk pembentukan panitia pemilihan dan tata tertib pemilihan. Dengan demikian, sejumlah agenda tersebut diharapkan telah selesai sebelum pelaksanaan Muktamar.
Amin menjelaskan, penetapan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Tanwir melalui proses yang cukup panjang. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah sebelumnya mengajukan diri sebagai calon tuan rumah dengan dukungan amal usaha Muhammadiyah, termasuk Unismuh Palu.
Setelah melalui proses survei dan beberapa kali kunjungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sulawesi Tengah akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 tahun 2026. Dalam penetapan tersebut, kompleks Universitas Muhammadiyah Palu ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan.
Adapun Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 21 November 2026 mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....