Akademisi Soroti Penggunaan PayLater di tengah Tren Belanja Online

  • 17 Sep 2026 13:55 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Layanan PayLater menjadi salah satu fasilitas pembiayaan yang semakin mudah diakses masyarakat melalui platform digital. Kemudahan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kemampuan pengguna dalam menentukan kebutuhan dan mengelola kewajiban pembayaran.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK FEB UNISMUH Palu, Umar, S.E., M.M., mengatakan PayLater pada dasarnya merupakan alat yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat.

Menurutnya, layanan tersebut dapat membantu masyarakat ketika menghadapi kebutuhan yang mendesak. Namun, penggunaan untuk memenuhi keinginan justru dapat menimbulkan beban keuangan di kemudian hari.

Umar mengibaratkan PayLater seperti sebuah alat yang manfaatnya bergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya.

Ia menekankan masyarakat perlu mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum memanfaatkan layanan pembiayaan digital.

“Bijaklah untuk menggunakan sehingga kemudian kita tidak terjebak,” ujar Umar pada Kamis 17 September 2026.

Menurutnya, perkembangan layanan keuangan digital juga dapat mendukung inklusi keuangan karena masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan dengan lebih mudah.

Namun, kemudahan tersebut perlu disertai pemahaman mengenai konsekuensi setiap transaksi, termasuk kewajiban pembayaran yang muncul setelah menggunakan fasilitas PayLater.

Ia juga menilai berbagai program dan layanan keuangan yang disediakan pemerintah maupun industri pada dasarnya perlu terus dievaluasi dari sisi penerapan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menjadikan PayLater sebagai sumber dana tambahan untuk memenuhi keinginan, tetapi menggunakannya secara terukur sesuai kemampuan dan kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....